Tertarik untuk Menjadi Tenaga Kerja Outsourcing? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan!

Jika Anda tertarik untuk melamar sebagai tenaga kerja outsourcing, maka terdapat beberapa hal yang wajib diperhatikan. Berikut kami sajikan penjelasan lebih lanjut untuk Anda. Yuk simak!

Seperti yang kita tahu, perusahaan outsourcing di Indonesia semakin mudah ditemukan. Bahkan, jenis-jenis layanan yang ditawarkan sudah semakin beragam seperti IT outsourcing, manufacturing, Business Process Outsourcing (BPO), dan lain-lain. Dengan kehadiran perusahaan-perusahaan outsourcing tersebut, banyak pemilik bisnis yang merasa sangat terbantu karena mereka dapat memperoleh tenaga kerja berkualitas serta kompeten di bidangnya dalam waktu yang relatif cepat. Tidak heran jika permintaan tenaga kerja outsourcing saat ini juga terus meningkat.

Di artikel sebelumnya kami sudah mengulas perbedaan headhunter dan outsourcing. Jika Anda tertarik untuk melamar sebagai tenaga kerja outsourcing, maka terdapat beberapa hal perlu Anda perhatikan contohnya seperti sistem kerja yang ditawarkan. Selain itu Anda juga perlu memastikan bahwa perusahaan outsourcing yang Anda pilih merupakan perusahaan profesional dan dapat dipercaya.

Tenaga Kerja Outsourcing Harus Mengetahui Landasan Hukum & Sistem Kerja Perusahaan Outsourcing

Sebelum melamar sebagai tenaga kerja outsourcing, Anda harus memahami bagaimana landasan hukum serta sistem kerja perusahaan outsourcing di Indonesia. Perlu Anda tahu, di Indonesia sendiri saat ini sistem kerja outsourcing diatur dalam UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah pelaksana UU Cipta Kerja, yaitu PP No. 35 Tahun 2021. 

Sebelum peraturan tersebut disahkan per-Februari 2021, ketentuan terkait sistem kerja outsourcing diatur dalam UU No. 13 tahun 2003 yaitu pada Pasal 64 hingga 66. Nah, dengan adanya pembaharuan peraturan hukum ini, kira-kira apakah ada point-point penting yang berubah? Untuk mengetahuinya silakan simak penjelasan kami sebagai berikut!

Aturan sistem kerja outsourcing lama (UU No.13 Tahun 2003)

Pada aturan lama, sistem layanan outsourcing ini dapat diterapkan dalam perusahaan selama tidak dipekerjakan untuk kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan proses produksi, melainkan untuk kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Selain itu, aturan perlindungan hukum yang diberikan kepada pekerja di bawah layanan outsourcing berdasarkan aturan tersebut kurang lebih hampir sama pada bagian bab X yaitu Perlindungan, Pengupahan dan Kesejahteraan UU No. 13 Tahun 2003. Namun terdapat hal yang membedakan yaitu persoalan untuk penanggung jawabnya. Untuk pekerja di perusahaan outsourcing maka perlindungan upah, kesejahteraan, syarat-syarat kerja serta perselisihan yang timbul merupakan tanggung jawab dari perusahaan penyedia jasa outsourcing tersebut. 

Aturan sistem kerja outsourcing baru (UU Cipta Kerja 2021 dan PP No. 35 Tahun 2021)

Di dalam UU Cipta Kerja 2021, Anda akan menemukan perbedaan untuk jenis dan batasan dari perusahaan outsourcing. Pasca disahkannya UU Cipta Kerja 2021, untuk penggunaan jasa outsourcing sendiri tidak terbatas untuk kegiatan jasa penunjang saja melainkan juga untuk kegiatan produksi. Dengan kata lain, adanya UU Cipta Kerja 2021 ini memperlebar cakupan jenis dan mempersempit batasan dari perusahaan outsourcing.

Sementara itu, untuk perlindungan hukum yang diberikan kepada pekerja di bawah layanan outsourcing berdasarkan aturan terbaru terdapat hal yang perlu diperhatikan yaitu bagi karyawan PKWT perlu mencantumkan syarat pengalihan perlindungan hak-hak pekerja ketika terjadi pergantian perusahaan outsourcing pada surat perjanjian kerjanya. Hal ini disebabkan karena UU Cipta Kerja 2021 telah menghapus ketentuan dari aturan sebelumnya yang memungkinkan pekerja outsourcing beralih hubungan kerjanya ke status pekerja tetap jika syarat pelaksanaan outsourcing sudah tidak terpenuhi.

Baca Juga: Rahasia Cara Merekrut Karyawan IT Professional Zaman Now!

Sumber: www.freepik.com/pressfoto

Tips Memilih Perusahaan yang Tepat untuk Para Tenaga Kerja Outsourcing

Mengingat ada begitu banyak perusahaan outsourcing di Indonesia, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk menjadi tenaga kerja outsourcing di perusahaan tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pastikan identitas perusahaan jelas

Sebelum melamar pekerjaan, pastikan bahwa perusahaan yang Anda minati memiliki identitas jelas. Anda bisa mengetahuinya dengan melakukan riset terlebih dahulu seperti mengunjungi website atau  halaman LinkedIn perusahaan. Saat mengunjungi akun LinkedIn-nya, Anda juga dapat melihat berapa banyak jumlah pekerja yang ada di perusahaan tersebut. Perhatikan juga info profil yang dijelaskan apakah terlihat kredibel atau tidak. 

2. Pastikan panggilan kerja yang ditawarkan masuk akal

Ketika mendapatkan tawaran kerja dari suatu perusahaan outsourcing, perlu dipastikan terkait rasionalisasi dari posisi yang ditawarkan. Sebaiknya, hindari menerima pekerjaan dengan posisi yang tidak jelas. Selain itu, jangan asal terima tawaran dari perusahaan yang memberikan gaji tinggi namun dengan deskripsi pekerjaan yang terlalu mudah. 

Jadi, saat sebelum menjadi tenaga kerja outsourcing suatu perusahaan pastikan berbagai hal secara kritis untuk meminimalisir tindakan penipuan. Contohnya seperti dengan menanyakan lokasi penempatan, sistem kerja, beban kerja, kultur kerja, dan lain-lain.

3. Waspadai bisnis outsourcing berkedok MLM

Pada saat menerima tawaran kerja pada perusahaan outsourcing pastikan bahwa selama proses rekrutmen berlangsung tidak dipungut biaya apapun. Sebaliknya, apabila perusahaan tersebut meminta sejumlah biaya serta meminta bantuan untuk mencarikan member/pekerja/tenaga orang lain dengan iming-iming akan mendapatkan bonus maka patut mencurigainya sebagai bentuk money games dari MLM. 

4. Hindari perusahaan yang meminta data diri secara lengkap di awal

Hal yang perlu diperhatikan tenaga kerja outsourcing yang selanjutnya adalah menghindari perusahaan yang meminta data lengkap dari tahap awal. Akhir-akhir ini praktik penipuan kian merajalela, banyak penipu menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan akses informasi pribadi, salah satunya melalui kedok penawaran kerja.

Anda dapat mengantisipasi hal tersebut dengan lebih selektif dalam memberikan akses informasi pribadi ke recruiter. Adapun informasi yang sebaiknya jangan Anda infokan sebelum mendapatkan Offering Letter secara resmi dari perusahaan adalah nomor KTP, rekening bank, hingga alamat rumah lengkap.

5. Hindari tawaran yang tidak ada proses wawancara

Pada dasarnya, proses rekrutmen terdiri atas 3 tahapan yakni screening CV, technical test, dan interview. Dalam penerapannya, proses rekrutmen ini bisa kurang atau lebih dari 3 tahapan tersebut karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Hanya saja, tahapan interview merupakan tahapan yang selalu ada pada setiap proses rekrutmen di perusahaan manapun. Adapun fungsi dari interview ini adalah untuk menggali berbagai informasi terkait working experience, technical skill dan job preference pelamar kerja, serta mencocokkannya apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, pada tahap interview ini calon kandidat atau pelamar kerja juga diberikan kesempatan untuk bertanya terkait perusahaan yang dilamar. Sementara itu, bila Anda mendapatkan tawaran pekerjaan tanpa adanya tahapan wawancara, maka Anda patut untuk mencurigainya. Bisa jadi perusahaan tersebut sedangkan melakukan praktik penipuan karena Anda tidak diberikan akses untuk mengetahui profil perusahaan secara lebih lanjut.

Baca Juga: IT Outsourcing: Pengertian dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Perusahaan Outsourcing Profesional di Indonesia

Salah satu contoh perusahaan outsourcing profesional dan kredibel di Indonesia adalah KAZOKKU. Perusahaan ini menawarkan layanan IT Outsourcing untuk klien-klien yang membutuhkan tenaga kerja outsourcing yang kompeten di bidang IT. Perlu Anda tahu, KAZOKKU sendiri merupakan bagian dari LOGIQUE Digital Indonesia yaitu perusahaan web developer terbaik di Jakarta.

Melalui layanan IT outsourcing yang disediakannya, KAZOKKU dapat menyediakan tenaga kerja kompeten di bidang IT seperti UI/UX designer, mobile app developer, back end developer, dev ops, IT security, bahkan project manager. Nah, jika Anda memiliki keterampilan di bidang IT, Anda juga bisa bergabung dengan tim KAZOKKU. Silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Anda juga bisa mengikuti akun LinkedIn kami untuk mendapatkan update loker outsourcing terbaru dari KAZOKKU. Silakan klik KAZOKKU Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Related Articles