Perbedaan Offshoring dan Outsourcing, Cek Penjelasannya di Sini!

Apa perbedaan offshoring dan outsourcing? Offshoring adalah ketika operasi produksi suatu bisnis dilakukan di negara lain. Silakan pelajari penjelasan selengkapnya mengenai apa itu offshoring serta perbedaannya dengan outsourcing di artikel kami berikut ini!

Sebagian besar di antara kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah outsourcing, namun apa itu offshoring? Perlu Anda ketahui, ada beragam strategi yang bisa dilakukan oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menghemat pengeluaran bisnis. Salah satu strategi tersebut adalah offshoring.

Offshoring dan outsourcing adalah dua istilah yang terlihat mirip dan sering kali digunakan secara bergantian. Namun, perlu diingat bahwa kedua istilah tersebut sebenarnya tidak bisa dianggap sama karena offshoring dan outsourcing memiliki arti dan fungsinya masing-masing.

Nah, agar Anda dapat memahamnya ada artikel ini kami akan memberikan penjelasannya mengenai perbedaan offshoring dan outsourcing untuk Anda. Yuk, simak!

Baca Juga: IT Outsourcing: Pengertian dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Apa Itu Offshoring?

Offshoring adalah praktik bisnis di mana sebuah perusahaan memindahkan berbagai fungsi operasional ke negara lain. Biasanya, praktik bisnis ini dilakukan oleh negara maju dengan mengalihkan beberapa fungsi operasional ke negara kurang berkembang/berkembang. Secara garis besar, tujuan utama bisnis melakukan praktik offshoring adalah untuk menekan biaya operasional, mendapatkan keuntungan terkait pajak, kemudahan akses pada resource yang dibutuhkan bisnis, serta memperoleh peraturan regulasi bisnis yang tidak terlalu ketat. 

Manufaktur merupakan salah satu contoh bisnis yang seringkali mengandalkan praktik offshoring ini. Meskipun demikian, perusahaan yang bergerak di bidang industri lain pun tetap ada yang melakukan praktik bisnis ini untuk menghasilkan keuntungan. Beberapa contohnya seperti industri layanan pelanggan, akuntansi, atau teknologi informasi.

Jenis-jenis Offshoring 

Perlu diketahui jenis praktik bisnis ini dibagi menjadi dua jenis. Tipe atau jenis offshoring adalah sebagai berikut.

Jenis offshoring berdasarkan lokasinya

Nearshoring

Nearshoring adalah praktik offshoring di mana sebuah perusahaan mengalihkan proses bisnisnya ke perusahaan-perusahaan di negara-negara terdekat. Biasanya negara tersebut berbagi perbatasan dengan negara tempat mereka beroperasi saat ini. 

Perusahaan memilih nearshoring untuk mengurangi biaya dan memaksimalkan efisiensi bisnis. Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan di Amerika sering kali melakukan nearshoring ke Meksiko untuk menurunkan biaya operasional. Selain itu, nearshoring umumnya juga dipilih karena perusahaan tidak perlu khawatir dengan perbedaan zona waktu yang terlalu jauh ataupun hambatan bahasa.

Farshoring

Farshoring adalah praktik offshoring di mana sebuah perusahaan mengalihkan proses bisnisnya ke perusahaan-perusahaan di negara-negara dengan lokasi yang jauh seperti di benua lain. Sebagai contoh, perusahaan di negara maju di benua Eropa yang melakukan offshoring ke negara berkembang di benua Asia. Saat melakukan praktik bisnis ini, perusahaan perl memperhatikan perbedaan zona waktu serta perbedaan bahasa.

Jenis offshoring berdasarkan aktivitasnya

Production offshoring 

Production offshoring adalah relokasi proses manufaktur fisik ke luar negeri. Contoh perusahaan yang melakukan praktik production offshoring ini adalah Apple. Perusahaan tersebut memproduksi sebagian besar produknya di China karena tenaga kerja dan bahan mentah di negara tersebut  lebih murah.

Services offshoring

Services Offshoring adalah praktik offshoring di mana perusahaan melakukan operasi terkait layanan ke negara lain seperti layanan pelanggan, IT, pemasaran, SDM, penjualan, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengelola tim jarak jauh/remote untuk proses software development.

Baca Juga: Perbedaan Outsourcing dan Headhunter, Mana yang Sebaiknya Dipilih? 

Sumber: www.freepik.com/freepik

Apa Itu Outsourcing? 

Outsourcing adalah suatu praktik bisnis di mana perusahaan akan menggunakan tenaga kerja yang disediakan oleh pihak ketiga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Praktik ini juga dilakukan agar perusahaan dapat fokus pada kegiatan inti bisnis. Selain itu, outsourcing juga dapat memberikan berbagai keuntungan seperti menghemat biaya operasional perusahaan, meningkatkan produktivitas bisnis, serta membuat proses manajemen SDM menjadi lebih efisien karena adanya pihak ketiga yang membantu mengelola tenaga alih daya yang mereka sediakan. 

Jenis-jenis Outsourcing

Jenis layanan outsourcing juga sudah semakin beragam. Berikut adalah beberapa contoh jenis outsourcing yang sering ditemukan.

Jenis outsourcing berdasarkan aktivitasnya

IT outsourcing

IT outsourcing adalah praktik outsourcing di mana perusahaan melakukan operasi bisnis yang berhubungan dengan IT seperti pengembangan website kepada pihak ketiga. Contoh perusahaan IT outsourcing di Indonesia adalah KAZOKKU.

Manufacture outsourcing

Manufacture outsourcing adalah praktik outsourcing di mana perusahaan melakukan proses produksi kepada pihak ketiga. Umumnya praktik ini dilakukan untuk membantu proses merakit bagian-bagian atau membangun produk secara keseluruhan.

Business Process Outsourcing atau BPO 

BPO adalah praktik outsourcing di mana perusahaan menggunakan layanan pihak ketiga untuk menjalankan satu atau lebih fungsi bisnis di sebuah perusahaan. BPO ini dibagi menjadi dua jenis layanan yaitu operasi back office seperti menangani tugas-tugas yang berhubungan dengan kegiatan bisnis internal dan operasi front office untuk menangani tugas yang berhubungan dengan pelanggan.

Perbedaan Offshoring dan Outsourcing

Secara sekilas offshoring dan outsourcing memang terlihat mirip. Namun perlu diketahui bahwa terdapat beberapa perbedaan offshoring dan outsourcing.

1. Offshoring adalah praktik yang mengacu pada pemindahan suatu aktivitas bisnis ke negara lain. Di sisi lain, outsourcing adalah tindakan mengalihkan kegiatan bisnis ke pihak eksternal yang memiliki tingkat spesialisasi pada bidang tertentu.

2. Offshoring dilakukan dalam ruang lingkup internasional. Sedangkan outsourcing dapat dilakukan secara lokal maupun internasional. Perlu Anda ketahui bahwa outsourcing dapat menjadi bagian dari offshoring. Saat sebuah perusahaan melakukan outsourcing secara internasional, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai tindakan offshoring .

3.  Tujuan utama dari praktik offshoring adalah untuk meminimalkan biaya atau pengeluaran operasional. Sedangkan kegiatan outsourcing dilakukan agar sebuah perusahaan bisa fokus pada kegiatan inti bisnis. Meskipun begitu, banyak perusahaan yang memperoleh manfaat lain dari  praktik outsourcing ini. Contohnya seperti penghematan biaya operasional karena dapat mereka menekan biaya rekrutmen.

Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa baik offshoring ataupun outsourcing merupakan praktik bisnis yang bisa membawa beragam keuntungan. Perusahaan-perusahaan besar pun sudah banyak yang melakukan praktik tersebut demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas praktik bisnis di perusahaan.

Jika perusahaan Anda juga tertarik untuk melakukan praktik bisnis tersebut, silakan hubungi KAZOKKU. Kami dapat membantu menyediakan tenaga alih daya IT atau spesialis IT untuk membantu menangani proyek digital di perusahaan Anda. 

Cari Perusahaan IT Outsourcing di Indonesia? Hubungi KAZOKKU!

KAZOKKU adalah perusahaan IT outsourcing di Indonesia yang menyediakan beragam spesialis IT untuk pengembangan perangkat lunak. Kami memiliki tenaga alih daya sebagai berikut:

Segera hubungi KAZOKKU untuk penyediaan tenaga kerja dalam waktu yang cepat. Kami akan memberikan pelayanan profesional untuk Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Related Articles