Mobile App Developer: Native atau Hybrid Developer yang Harus Dipekerjakan?
Published February 27, 2023

Mobile App Developer: Native atau Hybrid Developer yang Harus Dipekerjakan?

Kehadiran jasa mobile app developer outsourcing semakin dibutuhkan seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang ingin mengembangkan aplikasi selulernya sendiri. Apabila saat ini Anda sedang berencana untuk mengalihdayakan proyek pengembangn aplikasi seluler Anda, silakan pelajari di sini untuk mengetahui apakah Anda harus mempekerjakan native atau hybrid mobile app developer.

Seperti yang kita ketahui, saat ini sebagian besar orang memanfaatkan mobile app atau aplikasi seluler untuk melakukan banyak hal seperti berbelanja kebutuhan sehari-hari, memesan tiket perjalanan, mencari hiburan, dan masih banyak lagi. Melihat hal tersebut, para pemilik bisnis pun mengikuti tren yang sedang berkembang dengan menawarkan layanan atau produknya melalui aplikasi seluler.

Untuk mengembangkan aplikasi mobile/seluler ada beberapa opsi yang bisa dipilih oleh perusahaan Anda. Cara pertama adalah dengan menggunakan jasa pembuatan aplikasi mobile di mana proyek pengembangan aplikasi akan seluruhnya dikelola oleh perusahaan developer. Kemudian cara yang kedua adalah dengan menggunakan jasa IT outsourcing di mana tim IT developer internal perusahaan Anda akan bekerja sama dengan tim mobile app developer outsourcing. Cara kedua ini bisa menjadi pilihan yang tepat jika Anda ingin proyek pengembangan aplikasi seluler tetap dikelola oleh perusahaan Anda sendiri. 

Perlu juga Anda pahami bahwa saat ini ada beberapa jenis mobile app developer yaitu native app developer dan hybrid app developer. Jadi, mobile app developer mana yang sebaiknya Anda pekerjakan? Berikut kami sajikan penjelasannya untuk Anda.

Baca Juga: Tugas IT Project Manager Outsourcing yang Perlu Anda Ketahui

Mengenal Native & Hybrid Mobile App Developer

1. Native mobile app developer

Native mobile app developer adalah pengembang aplikasi seluler untuk operating system tertentu seperti Android dan iOS. Tipe mobile app developer ini akan membuat aplikasi dengan bahasa yang diterima oleh platform tersebut. Sebagai contoh Java atau Kotlin untuk aplikasi Android native, kemudian Swift dan Objective-C untuk aplikasi iOS native. Jadi, aplikasi yang dikembangkan hanya dapat berjalan pada perangkat smartphone dengan operating system yang sesuai. 

Kelebihan aplikasi native adalah memiliki user experience yang baik karena developer akan mengembangkan aplikasi seluler dengan UI dari perangkat native. Selain itu aplikasi native juga  dapat bekerja dengan cepat, responsive, serta dapat didistribusikan di app store.

Perlu diketahui, untuk mengembangkan aplikasi native, para developer harus mengikuti pedoman pengembang aplikasi seluler yang sesuai dengan operating systemnya. Hal ini dilakukan karena masing-masing aplikasi native memiliki perbedaan dalam tipografi, gaya grafis, efek visual, gerakan, entri data, dll. Kode juga harus ditulis secara khusus untuk setiap platform. Logikanya mungkin sama, namun bahasa pemrograman, API, dan proses pengembangannya akan benar-benar berbeda. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengembangkan aplikasi seluler native maka Anda perlu mempekerjakan native app developer  yang berspesialisasi dalam setiap platform apakah itu iOs atau Android.

2. Hybrid mobile app developer

Untuk menjangkau user yang lebih luas, perusahaan seringkali memilih untuk mengembangkan aplikasi seluler hybrid atau hybrid mobile app. Oleh karena itulah, hybrid mobile app developer juga banyak dicari. 

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

Pada dasarnya aplikasi hybrid adalah aplikasi seluler yang dapat digunakan di berbagai operating system seperti iOs, Android, ataupun yang lain. Aplikasi tersebut memiliki dua bagian utama yaitu kode back-end dan native shell yang dapat diunduh serta memuat kode menggunakan tampilan web. 

Perlu Anda tahu, hybrid mobile app developer akan mengembangkan aplikasi hybrid dengan HTML, CSS, dan Javascript. Selain itu mereka juga akan menggunakan platform seperti Flutter dan React Native untuk membungkus kode dalam native app. Berikut kami sajikan penjelasannya untuk Anda:

  • React Native app developer

React Native developer adalah pengembang yang bekerja membangun aplikasi hybrid menggunakan framework React Native untuk berbagai platform. Jadi, React Native ini  memungkinkan developer untuk bisa mengembangkan aplikasi iOS dan Android dengan satu basis data kode. Dengan React Native, developer juga dapat menghasilkan aplikasi seluler yang terlihat identik dengan aplikasi seluler yang dikembangkan dengan Objective-C atau Java. 

  • Flutter app developer

Flutter app developer adalah pengembang yang menggunakan Flutter untuk mengembangkan aplikasi hybrid. Flutter dapat membantu developer untuk mengembangkan aplikasi Android dan iOS serta membangun native interface yang sangat interaktif dengan database kode tunggal. Flutter juga dikenal menyediakan produktivitas tinggi karena mampu mempercepat seluruh proses pengembangan aplikasi. 

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Perusahaan Outsourcing Dibutuhkan Banyak Bisnis

Mobile App Developer Apa yang Sebaiknya Dipekerjakan?

Dari penjelasan di atas, Anda dapat mengetahui bahwa keputusan untuk mempekerjakan outsourcing developer harus kembali melihat kebutuhan di perusahaan Anda. Jika perusahaan Anda ingin mengembangkan aplikasi native maka Anda perlu mempekerjakan native mobile app developer. Namun jika Anda ingin mengembangkan aplikasi hybrid, maka hybrid mobil app developerlah yang harus Anda pekerjakan.

Perlu Anda pahami bahwa membuat aplikasi untuk berbagai platform memang dapat menjangkau lebih banyak pengguna. Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa mengembangkan aplikasi untuk masing-masing platform bisa memakan banyak waktu dan biaya. Oleh karena itu, sebagai langkah awal dalam pembuatan aplikasi, maka Anda dapat memilih salah satu platform untuk dikembangkan. Selain itu, Anda juga bisa memilih untuk mengembangkan aplikasi hybrid yang mampu bekerja untuk multiple platform.

Konsultasikan Kebutuhan Mobile App Developer Anda dengan KAZOKKU

Jika Anda ingin memanfaatkan jasa IT outsourcing dan belum mengetahui apakah harus mempekerjakan native atau hybrid mobile app developer, maka Anda bisa berkonsultasi dengan tim KAZOKKU. Selain menyediakan beragam spesialis IT profesional, kami juga menyediakan layanan konsultasi agar tenaga kerja outsourcing yang kami kirimkan benar-benar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Anda.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan IT Outsourcing yang kami sediakan, silakan klik Layanan IT Profesional KAZOKKU. Selain menyediakan mobile app developer outsourcing, kami juga menyediakan beragam spesialis IT lain seperti:

  • Back End Developer (Java Developer, .Net Developer, Golang Developer, NodeJS Developer, PHP Developer),  
  • Front End Developer (React.JS, Vue.JS, Angular.JS Developer)
  • Software Quality Assurance
  • Project Manager
  • dan masih banyak lagi

Untuk penjelasan lebih detail, Anda juga bisa menghubungi kami. Segera hubungi tim KAZOKKU, kami akan dengan senang hati membantu Anda!

Artikel Terkait

Contact Us