Overview dan Tren IT Outsourcing 2023, Cek Informasinya di Sini!

Overview dan Tren IT Outsourcing 2023, Cek Informasinya di Sini!

IT outsourcing merupakan suatu praktik di mana perusahaan akan menggunakan layanan dari pihak ketiga untuk mengelola atau menjalankan tugas-tugas perusahaan yang berhubungan dengan bidang IT. Silakan pelajari bagaimana tren IT outsourcing 2023 di artikel kami berikut.

Pada umumnya perusahaan lebih memilih untuk mengalihdayakan sebagian operasi bisnisnya kepada penyedia layanan outsourcing untuk mendapatkan berbagai keuntungan, seperti mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan dalam waktu cepat, agar bisa fokus pada kegiatan inti bisnis, atau untuk penghematan biaya. Dengan beragam keuntungan yang ditawarkan, hingga saat ini strategi outsourcing sudah digunakan oleh banyak perusahaan di dunia, bahkan perusahaan-perusahaan raksasa seperti Google, WhatsApp, atau Facebook. 

Pada artikel kali ini, kami akan mengulas insight yang diberikan oleh Sumatosoft terkait tren IT outsourcing 2023. Silakan simak penjelasan kami berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan IT Outsourcing?

IT outsourcing adalah praktik di mana suatu perusahaan menggunakan layanan dari pihak ketiga untuk mengelola atau menjalankan fungsi-fungsi IT di perusahaannya. Berikut ini adalah 10 fungsi IT yang sering dialihdayakan ke pihak ketiga :

  1. Application development: penyedia layanan outsourcing akan bertanggung jawab untuk mengembangkan aplikasi baru atau meningkatkan kinerja dari aplikasi yang sudah ada (web, seluler, dll)
  2. Application maintenance & support: penyedia layanan mengambil alih pemeliharaan berkelanjutan dari aplikasi yang ada.
  3. Datacenter operations: penyedia layanan membantu mengoperasikan pusat data.
  4. Database administration: penyedia layanan memantau dan menyesuaikan database.
  5. Desktop support: penyedia layanan bertanggung jawab atas instalasi, pemeliharaan, atau support lain terkait penggunaan komputer/PC.
  6. Disaster recovery: penyedia layanan bertanggung jawab atas penyimpanan data di lokasi lain, pusat pemulihan data, atau sistem/jaringan cadangan yang digunakan saat terjadi gangguan/bencana.
  7. Help desk outsourcing: penyedia layanan menangani segala jenis respons telepon atau elektronik yang terjadi terhadap pengguna akhir.
  8. IT security: penyedia layanan melakukan fungsi terkait keamanan siber (penilaian keamanan, pengujian penetrasi, layanan keamanan terkelola, dll).
  9. Network operations: penyedia layanan bertanggung jawab atas operasi dan pemantauan jaringan data.
  10. Web hosting and operations: penyedia layanan meng-hosting, mengoperasikan, atau memelihara situs web/aplikasi/e-commerce perusahaan.

Mengapa Perusahaan Memanfaatkan Jasa IT Outsourcing?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Deloitte pada tahun 2016, ada beberapa alasan mengapa perusahaan memanfaatkan layanan outsourcing:

Sumber: outsourcing-outlook.com
  • 65% fokus pada tujuan bisnis
  • 63% mengurangi atau mengendalikan biaya pengeluaran
  • 53% mengatasi masalah kapasitas
  • 33% skalabilitas global yang lebih besar
  • 33% kebutuhan bisnis yang kritis
  • 28% meningkatkan kualitas layanan
  • 26% mendapatkan bantuan dari para profesional berbakat
  • 20% mendorong transformasi yang lebih luas
  • 18% untuk mengelola lingkungan bisnis mereka
  • 16% membantu memenuhi kebutuhan regulasi

Pada tahun 2020, Deloitte kembali melakukan penelitian dan menemukan bahwa terdapat sekitar 70% perusahaan yang menggunakan layanan outsourcing untuk penghematan biaya. Kemudian juga diketahui ada beberapa alasan lain mengapa perusahaan memanfaatkan outsourcing seperti berikut:

Sumber: www2.deloitte.com
  • 40% perusahaan melakukan outsourcing untuk mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar
  • 20% melakukannya untuk mempercepat pemasaran
  • 14% untuk mengakses tools dan proses
  • 14% untuk mendapatkan agility yang lebih besar

Bentuk-bentuk Outsourcing 

Saat ini perusahaan dapat memilih bentuk outsourcing yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Berikut adalah bentuk strategi outsourcing yang bisa dilakukan: 

  1. Offshore outsourcing

Penggunaan jasa outsourcing dari perusahaan atau individu yang berlokasi di luar negeri. Biasanya, offshore outsourcing menawarkan berbagai benefit seperti biaya tenaga kerja yang lebih rendah, kondisi ekonomi yang lebih baik, keberadaan sumber daya manusia yang lebih banyak. Namun karena berada di negara yang berbeda maka akan ada perbedaan zona waktu. Contoh offshore outsourcing adalah ketika perusahaan di Amerika meng-outsourcing proses pengembangan aplikasi kepada perusahaan di Indonesia.

  1. Nearshore outsourcing

Penggunaan jasa outsourcing dari perusahaan atau individu yang berlokasi tidak jauh dari lokasi bisnis. Nearshore outsourcing dapat menghasilkan komunikasi yang lebih lancar dibandingkan dengan offshore outsourcing karena perbedaan waktu yang lebih sedikit dan adanya kesamaan budaya. Contoh nearshore outsourcing adalah ketika perusahaan-perusahaan di Amerika melakukan nearshoring ke Meksiko untuk pengembangan aplikasi.

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

  1. Onshoring (homeshoring)

Penggunaan jasa outsourcing dengan lokasi yang berada di dalam batas negara. Biasanya, lokasi yang dipilih memiliki biaya operasional dan tenaga kerja yang lebih rendah. Pada umumnya, istilah “homeshoring” juga digunakan untuk menggambarkan perekrutan tenaga kerja outsource yang bekerja dari rumah. Contohnya adalah saat sebuah perusahaan di Amerika Serikat mempekerjakan perusahaan outsourcing di dalam negara bagian.

  1. Multisourcing

Multisourcing adalah ketika perusahaan mengalihdayakan proses bisnis kepada beberapa vendor untuk mendiversifikasi risiko dalam operasi vendor. Contohnya, sebuah perusahaan berbasis di Inggris memiliki beberapa proyek IT internal dan bekerja dengan berbagai perusahaan IT yang berbeda untuk proyek-proyek tersebut.

Saat menentukan bentuk outsourcing yang akan dipilih, perusahaan umumnya akan mempertimbangkannya dari sisi lokasi perusahaan. Meskipun demikian, perusahaan juga akan mempertimbangkan kriteria lain seperti:

  • kualifikasi
  • persyaratan bahasa
  • kesamaan budaya
  • perbedaan waktu
  • biaya layanan

Baca Juga: Perbedaan Offshoring dan Outsourcing, Cek Penjelasannya di Sini!

Tarif Software Outsourcing Secara Global

Tarif outsourcing untuk pengembangan perangkat lunak dapat bervariasi tergantung pada banyak faktor. Salah satu faktor utamanya adalah lokasi. Berikut adalah kisaran tarif per-wilayah.

Sumber: www.sumatosoft.com

Model IT Outsourcing

Selain dibedakan berdasarkan lokasi, outsourcing juga bisa dikategorikan berdasarkan hubungan antara bisnis dan vendor layanan IT.

1. Workforce augmentation (staff augmentation)

Ini adalah strategi untuk mendapatkan personil yang dibutuhkan untuk proyek-proyek jangka pendek atau jangka panjang tanpa harus mempekerjakan karyawan tetap baru. Contohnya, sebuah startup yang berbasis di Amerika Serikat membuat sebuah aplikasi dan mereka membutuhkan beberapa tenaga kerja tambahan untuk merilis aplikasi tersebut sebelum deadline yang telah ditentukan. Mereka mengelola seluruh pengembangan secara internal dan mereka meminta perusahaan IT outsourcing yang berbasis di Belarusia untuk menyediakan seorang pengembang iOS.

2. Project-based outsourcing

Strategi yang memungkinkan bisnis bermitra dengan penyedia layanan IT yang memiliki keahlian eksklusif yang tidak dimiliki perusahaan secara internal. Sebagai contoh, sebuah perusahaan logistik di Indonesia bekerja sama dengan sebuah perusahaan software development untuk membantu mengembangkan aplikasi untuk otomatisasi proses bisnis mereka.

3. Dedicated Development Center (DDC)

Model outsourcing di mana sebuah perusahaan akan menempatkan sumber daya yang didedikasikan di negara lain untuk mendapatkan akses kepada sumber daya talenta tambahan. Model Dedicated Development Center (DDC) ini memiliki beberapa risiko:

  • Harus melakukan rekrutmen di lokasi yang tidak familiar
  • Harus memahami seluk beluk hukum tenaga kerja dan pajak lokal yang berlaku.

Manfaat yang Diperoleh dari IT Outsourcing

1. Penghematan biaya

Salah satu manfaat yang paling jelas dari outsourcing adalah bisa melakukan penghematan biaya. Dengan demikian, perusahaan bisa mengalokasikan lebih banyak dana untuk pengembangan masa depan. Secara garis besar, penghematan biaya dapat dicapai karena hal-hal berikut:

  • Tarif per jam
  • Tidak perlu menyediakan peralatan dan infrastruktur
  • Tidak perlu mengeluarkan biaya rekrutmen dan pelatihan tenaga kerja
  • Pajak akan dikelola oleh perusahaan penyedia layanan outsourcing

2. Peningkatan efisiensi & inovasi

Outsourcing memungkinkan perusahaan untuk memperoleh sumber daya tambahan sehingga proyek dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan outsourcing, perusahaan juga bisa mendapatkan tenaga IT profesional sehingga mempercepat mereka dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru.

3.  Akses ke sumber daya terampil & fleksibilitas staffing

Permintaan akan spesialis IT terampil akan terus meningkat dengan cepat. Oleh karena itu, IT outsourcing adalah solusi terbaik untuk mendapatkan akses ke pengembang berpengalaman pada saat bisnis membutuhkannya (terutama untuk perusahaan yang memiliki permintaan yang sering berubah-ubah/musiman).

4. Fokus pada aktivitas bisnis inti

Bekerja dengan penyedia layanan IT outsourcing memungkinkan pemilik bisnis untuk fokus pada kegiatan strategis seperti perencanaan, riset, membangun merek, penjualan dan pemasaran, optimasi proses bisnis, dll. Outsourcing juga memungkinkan pemilik bisnis untuk merencanakan dan melaksanakan proyek secara lebih efektif.

5. Kontinuitas dan manajemen risiko

Perusahaan IT outsourcing dapat menjamin tingkat kontinuitas kepada klien dengan mengurangi risiko pergantian karyawan. Selain itu, para ahli IT juga dapat merencanakan dan memitigasi risiko potensial.

6. Penyederhanaan manajemen proyek

Keberhasilan proyek sangat bergantung pada kualitas manajemen proyek dan seberapa baik pemilik bisnis dapat mengatur kerja sama tim. Pada outsourcing jenis project-based outsourcing maka manajemen proyek juga akan dilaksanakan dengan baik.  

7. Penyederhanaan hubungan kerja

Dalam outsourcing, hubungan antara perusahaan dan penyedia layanan diatur melalui kontrak resmi. Kontrak ini mencakup rincian tentang tanggung jawab, jadwal, biaya, dan persyaratan lainnya. Dengan memiliki struktur kontrak yang jelas, kedua belah pihak memiliki panduan yang jelas tentang apa yang diharapkan dari kerjasama mereka.

Tren IT Outsourcing 2023

1. Pertumbuhan E-commerce dan Otomatisasi

Transformasi teknologi bisnis online dilakukan dengan tujuan untuk membuat belanja online menjadi lebih nyaman. Diketahui terdapat sekitar 2,14 miliar orang di seluruh dunia membeli layanan dan barang secara online pada tahun 2022. Dibandingkan dengan tahun 2019, ketika sekitar 14,1% penjualan ritel dilakukan secara online, pada tahun 2022 kita melihat bahwa 22% dari semua penjualan ritel dilakukan secara online. Besar kemungkinan jika jumlah penjualan online akan terus meningkat di tahun 2023 dan tahun-tahun berikutnya.

2. Pertumbuhan Layanan Cloud

Tren IT outsourcing selanjutnya dapat kita lihat bahwa semakin banyak perusahaan yang berencana beralih dari penyimpanan data on-premises ke penyimpanan data berbasis cloud. Komputasi cloud dapat menjamin perlindungan data yang lebih baik, operasi data yang lebih cepat, dan kemampuan untuk memodernisasi proses bisnis dengan mudah. 

3. Jaringan 5G

Tren outsourcing IT yang berikutnya terkait dengan jaringan 5G. Perlu Anda tahu, keberhasilan dan adopsi luas jaringan 5G menyebabkan para analis menyimpulkan bahwa dari tahun 2021 hingga 2027, industri 5G akan berkembang dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 43,9%. Selain itu, pengembangan teknologi 5G adalah pendorong dari semua tren outsourcing IT pada tahun 2024. Dengan jaringan 5G, perusahaan dapat mengembangkan sistem IoT yang kuat untuk menghubungkan manufaktur, transportasi, dan sistem lainnya guna membuat proses bisnis menjadi lebih efisien.

4. Artificial Intelligence

Dalam upaya untuk memberikan layanan pelanggan yang lebih baik sekaligus hemat biaya, perusahaan raksasa teknologi cenderung menggunakan chatbot berbasis AI dan otomatisasi robotik. Diperkirakan, ChatGPT dan analoginya akan diimplementasikan dalam:

  • Pemasaran dan penjualan: mengembangkan strategi pemasaran, membuat konten untuk media sosial, serta dimanfaatkan untuk membuat chatbot dan asisten virtual lainnya untuk membantu bisnis tertentu.
  • Operasi bisnis: membuat daftar tugas untuk meningkatkan efisiensi aktivitas dan proses tertentu.
  • IT/Engineering: menulis, mendokumentasikan, dan meninjau kode untuk memastikan fungsionalitas perangkat lunak dan sistem yang optimal.
  • Risiko dan hukum: memberikan tanggapan komprehensif atas pertanyaan-pertanyaan kompleks, mengekstraksi informasi relevan dari suatu dokumen hukum, dan menghasilkan laporan tahunan yang akurat serta komprehensif.
  • R&D: meningkatkan upaya penemuan obat melalui pengetahuan lanjutan tentang penyakit dan struktur kimia

5. Pekerjaan Jarak Jauh dan Keamanan Siber

Setelah pandemi COVID-19, tren IT outsourcing yang bisa dilihat adalah banyak departemen IT beralih ke kerja jarak jauh. Gallup melakukan survei pada bulan Juni 2022 dengan hasil sebagai berikut:

  • 5 dari 10 orang bekerja secara hybrid.
  • 3 dari 10 orang bekerja secara jarak jauh.
  • 2 dari 10 orang bekerja sepenuhnya di lokasi kantor.

Kemudian studi AT&T menemukan bahwa model kerja hybrid diperkirakan akan meningkat menjadi 81% pada tahun 2024. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian para pemilik bisnis karena kerja jarak jauh berisiko menjadi target serangan siber. Berdasarkan, data HLB Cybersecurity Report diketahui bahwa:

  • 51% perusahaan berencana untuk mempekerjakan tim IT Security penuh waktu pada tahun 2023.
  • 42% orang merasa puas dengan kualitas layanan keamanan jaringan yang mereka terima 
  • Lebih dari 25% berencana untuk mengurangi anggaran keamanan siber mereka
  • Hanya 13% yang tidak akan mengubah anggaran keamanan siber mereka.

Baca Juga: IT Staff Augmentation: Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui

Membutuhkan Jasa IT Outsourcing Profesional di Indonesia? 

Maksimalkan potensi bisnis Anda dengan menggunakan jasa IT outsourcing profesional dari KAZOKKU. Dengan tim ahli kami yang memiliki banyak pengalaman, kami siap membantu meningkatkan efisiensi pengerjaan proyek digital di perusahaan Anda.

Saat ini layanan IT Outsourcing KAZOKKU fokus dalam penyediaan tenaga ahli IT di bidang software development seperti Back-end Developer, Front-end Developer, Software Quality Assurance, UI/UX Designer, dll. Silakan hubungi kami sekarang juga dan dapatkan tenaga ahli IT yang Anda butuhkan!

Artikel Terkait

Contact Us