IT Outsourcing vs Freelancer: Mana yang Harus Perusahaan Pilih?
Published

IT Outsourcing vs Freelancer: Mana yang Harus Perusahaan Pilih?

IT outsourcing vs freelancer sering kali menjadi solusi yang diperbandingkan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk pengembangan software. Perlu Anda pahami bahwa layanan pihak ketiga ini memiliki cara kerja yang berbeda dan tidak bisa dianggap sama. Untuk mengetahui layanan mana yang sebaiknya digunakan, silakan simak penjelasan kami di artikel berikut.

Seiring dengan perkembangan teknologi, permintaan akan tenaga kerja software developer terus meningkat. Kondisi ini membuat perusahaan baik startup ataupun corporate mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan talenta berbakat. Oleh karena itu, perusahaan pada akhirnya memutuskan untuk memanfaatkan layanan dari pihak ketiga seperti freelancer atau perusahaan IT outsourcing agar bisa mendapatkan software developer profesional dalam waktu cepat.

Perlu Anda ketahui, bahwa baik outsourcing ataupun freelance memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, pada artikel kali ini kami akan membahas IT outsourcing vs freelancer sehingga Anda bisa menentukan keputusan yang tepat.

Pengertian IT Outsourcing vs Freelancer

Perusahaan IT Outsourcing

Perusahaan IT outsourcing adalah  perusahaan yang dapat menyediakan tenaga ahli IT profesional untuk bekerja di perusahaan kliennya. Perusahaan IT outsourcing akan bertindak sebagai mitra eksternal yang membantu perusahaan-perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja berpengalaman di bidang IT, seperti pengembangan perangkat lunak, pemeliharaan sistem IT, analisis data, dan lain-lain. 

Pengertian Freelancer

Freelancer adalah seseorang yang bekerja secara independen dan menawarkan jasa atau keterampilan mereka kepada klien secara fleksibel. Mereka tidak terikat dengan satu perusahaan atau organisasi tertentu dan memiliki kebebasan untuk memilih proyek-proyek yang ingin mereka ambil. Seorang freelancer dapat bekerja di berbagai bidang, salah satunya adalah pengembangan software.

Baca Juga: Perbedaan Offshoring dan Outsourcing, Cek Penjelasannya di Sini!

IT Outsourcing vs Freelancer: Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan IT Outsourcing

1. Up to date dengan teknologi

Perlu Anda ketahui bahwa terdapat persaingan ketat di antara penyedia layanan IT outsourcing yang ada. Agar bisa tetap unggul dan memberikan layanan terbaik, mereka terus mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.

2. Hemat waktu

Memanfaatkan layanan IT outsourcing dapat memberikan penghematan waktu. Selain dapat menyediakan beragam jenis programmer dalam waktu yang cepat, mereka juga bisa secara fleksibel menyediakan jumlah tenaga kerja yang Anda butuhkan. Solusi ini memungkinkan perusahaan untuk bisa segera mengerjakan proyek dan menyelesaikannya secara tepat waktu.

3. Akses lebih banyak talenta

Jika Anda bekerja sama dengan perusahaan IT outsourcing maka Anda akan memiliki akses ke kumpulan talenta yang dapat melakukan dan menyelesaikan tugas-tugas dengan kecepatan yang jauh lebih cepat. Perlu Anda ketahui bahwa perusahaan IT outsourcing tidak hanya bisa menyediakan software developer saja namun juga project manager, business analyst, UI/UX designer, QA, dan ahli IT yang lain.

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

4. Pengurangan risiko 

Menggunakan layanan IT outsourcing sangat aman karena mereka adalah perusahaan resmi yang memiliki kantor atau gedung fisik serta nomor telepon resmi. Jadi, mereka tidak akan begitu saja menghilang dan lepas tanggung jawab. Mereka juga memiliki pijakan hukum yang kuat dengan kepatuhan yang ketat terhadap Perjanjian Kerahasiaan dan Kontrak Layanan (Syarat dan Ketentuan yang jelas). Dengan demikian, data rahasia perusahaan klien tetap akan terlindungi.

5. Mendapatkan bantuan Manajemen SDM

Perusahaan IT outsourcing juga akan membantu melakukan manajemen SDM untuk tenaga kerja yang disediakan. Mereka akan melakukan tugas-tugas administratif, penggajian, dan evaluasi kinerja. Nah, dengan menggabungkan manajemen SDM internal dengan praktik outsourcing maka perusahaan bisa meraih tujuan bisnisnya dengan lebih mudah.

Kekurangan IT Outsourcing

1. Budaya kerja yang berbeda

Jika perusahaan outsourcing Anda berbasis di negara lain, Anda mungkin mengalami ketidaksesuaian budaya kerja. Hal ini dapat menyebabkan kendala komunikasi dan kolaborasi. Oleh karena itu, pilih perusahaan IT outsourcing yang bisa menyesuaikan dengan budaya kerja di perusahaan Anda.

2. Sulit untuk memilih perusahaan IT outsourcing terbaik

Daftar perusahaan IT outsourcing terus meningkat. Oleh karena itu, sulit untuk memilih perusahaan mana yang sebaiknya dirangkul sebagai mitra, terlebih jika Anda tidak tahu apa-apa tentang pengembangan perangkat lunak. Cara terbaik untuk bisa menemukan perusahaan IT outsourcing terbaik adalah dengan melakukan riset. Contohnya seperti melihat testimonial pelanggan dan mencari tahu proyek-proyek yang telah diselesaikan sebelumnya.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia dan Contohnya

Kelebihan Mempekerjakan Freelancer

1. Fleksibilitas 

Freelancer sangat fleksibel dalam hal jam kerja, tanggal mulai, dan tanggal berakhir bekerja. Mereka dapat bekerja dari mana saja dan kapan saja. Hal ini dapat menjadi keuntungan bagi bisnis yang membutuhkan bantuan untuk proyek yang tidak terduga.

2. Independensi 

Freelancer tidak bergantung pada tim atau manajer untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka dapat bekerja secara mandiri. Hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga bagi bisnis.

3. Berbagai pilihan

Ada jutaan freelancer yang tersedia. Anda dapat menemukan freelancer dengan keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek pengembangan software Anda.

4. Biaya yang lebih rendah

Mempekerjakan freelance dapat menghemat biaya pengeluaran perusahaan. Perlu Anda ketahui bahwa freelancer tidak memiliki ikatan resmi dengan perusahaan. Oleh karena itu pemberi kerja tidak berkewajiban untuk membayar pajak, asuransi kesehatan, dan peralatan kerja kepada mereka. 

5. Freelancer cocok untuk proyek jangka pendek

Mayoritas freelancer bekerja untuk proyek jangka pendek. Jadi, perusahaan bisa mempertimbangkan untuk menggunakan freelance untuk proyek pengembangan perangkat lunak yang mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk diselesaikan atau proyek yang tidak kompleks.

Kekurangan Mempekerjakan Freelancer

1. Kualitas kerja yang tidak pasti

Tidak semua freelancer memiliki kualitas kerja yang baik. Anda tidak selalu dapat memeriksa keaslian sertifikasi IT atau pengalaman kerja mereka. Hal ini penting untuk menjadi perhatian karena beberapa freelancer hanya ingin mendapatkan uang dengan cepat, terlepas dari apakah proyek tersebut sukses atau tidak. Selain itu, karena mudahnya membuka akun  baru di platform/situs freelancer, maka mereka tidak khawatir dengan reputasi yang buruk atas pekerjaan mereka.

2. Masalah kerahasiaan data

Perusahaan perlu berhati-hati saat mempekerjakan freelancer untuk menghindari peningkatan risiko kebocoran data. Oleh karena itu, penting untuk menandatangani perjanjian non-disclosure (NDA) dengan setiap freelancer baru. Selain itu, tidak semua freelancer menggunakan identitas asli mereka, jadi Anda harus mencari cara untuk mengkonfirmasi identitas mereka sebelum menandatangani proyek.

3. Mereka mungkin menghilang 

Freelancer bekerja secara independen sehingga ketika mereka menghilang maka sulit bagi perusahaan untuk bisa melanjutkan proyeknya. Oleh karena itu, perusahaan harus benar-benar memastikan bahwa mereka mempekerjakan freelancer yang bisa dipercaya. 

4. Tidak ada bantuan manajemen SDM

Saat Anda mempekerjakan beberapa freelancer, Anda akan tetap mengurus manajemen SDM sendiri. Berbeda ketika Anda memanfaatkan layanan dari perusahan outsourcing di mana mereka akan membantu manajemen SDM atas tenaga kerja yang mereka sediakan. 

Baca Juga: Startup vs Corporate: Mana yang Lebih Baik untuk Karir Anda?

Outsourcing vs Freelancer: Mana yang Lebih Baik?

Outsourcing dan freelancer adalah dua opsi yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan ketika membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan proyek pengembangan software. Pilihan mana yang lebih baik akan tergantung pada kebutuhan dan situasi spesifik perusahaan.

Namun jika Anda membutuhkan layanan IT outsourcing yang profesional, Anda dapat mempercayakannya pada KAZOKKU. Kami adalah perusahaan outsourcing di Jakarta yang memiliki pijakan hukum yang kuat dengan kepatuhan yang ketat terhadap Perjanjian Kerahasiaan dan Kontrak Layanan. Kami dapat menyediakan beragam, tenaga ahli IT untuk perusahaan Anda seperti:

  • backend developer
  • frontend developer
  • mobile app developer
  • software quality assurance
  • project manager
  • dan masih banyak lagi

Silakan hubungi KAZOKKU untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Artikel Terkait

Contact Us