Cara Membuat Portofolio Kerja agar Dilirik Pemberi Kerja

Cara Membuat Portofolio Kerja agar Dilirik Pemberi Kerja

Cara membuat portofolio kerja saat ini bisa dilakukan secara digital menggunakan berbagai platform dan aplikasi. Hal ini tentu memudahkan para pencari kerja dalam menampilkan hasil kerjanya kepada para calon pemberi kerja.

Di tengah pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif, memiliki portofolio kerja adalah langkah penting untuk membedakan diri Anda dengan pesaing yang lain. Dengan memilikinya, Anda tidak hanya bisa menunjukkan hasil kerja namun juga kemampuan Anda. 

Meskipun demikian, membuat portofolio kerja yang efektif tidaklah mudah. Anda perlu meluangkan waktu dan usaha untuk mengumpulkan hasil kerja yang berkualitas, mengaturnya dengan rapi, dan menyajikannya dengan cara yang menarik. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan berbagai informasi mengenai cara membuat portofolio kerja untuk Anda. 

Cara Membuat Portofolio Kerja Digital

1. Menentukan tujuan dan target audiens

Mulailah dengan mengidentifikasi tujuan Anda dalam membuat portofolio kerja digital. Tentukan apakah Anda ingin menarik perhatian pemberi kerja potensial atau untuk mencari klien. Hal ini penting karena setiap tujuan memerlukan pendekatan yang berbeda.

Jika Anda ingin menarik perhatian pemberi kerja potensial, Anda perlu fokus menampilkan hasil kerja terbaik yang relevan dengan posisi yang Anda inginkan. Pemberi kerja potensial biasanya tertarik untuk melihat bagaimana Anda dapat mengaplikasikan keahlian dan pengalaman Anda dalam konteks pekerjaan yang mereka tawarkan. Oleh karena itu, pastikan untuk menyertakan proyek-proyek yang menyoroti kemampuan dan prestasi terbaik Anda dalam bidang yang relevan dengan posisi yang Anda inginkan.

Namun, jika Anda membuat portofolio kerja untuk mendapatkan klien, maka Anda perlu fokus menampilkan proyek-proyek yang sesuai dengan kebutuhan serta preferensi klien potensial. Pahami industri atau bidang yang diminati calon klien kemudian sertakan contoh-contoh karya relevan yang dapat memperlihatkan kemampuan Anda dalam memenuhi kebutuhannya.

Baca Juga: Tips Interview Kerja untuk Dapatkan Pekerjaan Impian Anda!

2. Kumpulkan hasil kerja terbaik

Pilihlah karya-karya terbaik dan paling relevan dengan keahlian Anda. Misalnya, jika Anda seorang web content writer, maka Anda perlu mengumpulkan tulisan-tulisan terbaik yang pernah Anda buat.

Selain itu di dalam portofolio, Anda juga perlu menyajikan dampak positif dari tulisan yang telah Anda buat. Jadi, Anda juga perlu mengumpulkan hasil yang diperoleh dari tulisan yang sudah Anda buat, misalnya persentase peningkatan web traffic atau yang lain.

3. Tambahkan testimoni

Salah satu cara efektif untuk memperkuat kepercayaan pemberi kerja atau klien potensial adalah dengan mengumpulkan testimonial dari klien, rekan kerja, atau atasan sebelumnya. Testimoni ini dapat memberikan bukti konkret mengenai kualitas kerja Anda, profesionalisme, dan keahlian yang Anda miliki. Pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum menggunakan testimoni mereka di dalam portofolio Anda.

4. Manfaatkan platform untuk membuat portofolio

Pilihlah platform digital yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Saat ini sudah ada banyak platform digital untuk menampilkan hasil karya Anda. Dengan demikian, cara membuat portofolio kerja bisa menjadi lebih mudah. 

Beberapa contoh platform yang bisa Anda manfaatkan seperti:

a. WordPress

WordPress bisa Anda gunakan untuk membuat portofolio kerja karena fleksibilitasnya yang tinggi. Anda dapat dengan mudah menyesuaikan tampilan portofolio sesuai dengan gaya dan kebutuhan kreatif Anda. WordPress juga menawarkan ribuan tema portofolio web yang elegan, sehingga Anda dapat dengan cepat menciptakan portofolio yang terlihat profesional dan menarik tanpa perlu keahlian pemrograman.

b. Canva

Canva adalah sebuah platform desain grafis yang populer dan efektif untuk membuat portofolio online yang menarik dan profesional. Dengan menggunakan fitur drag-and-drop yang intuitif, Anda dapat dengan mudah menambahkan gambar, teks, dan elemen desain lainnya untuk menciptakan tampilan yang Anda inginkan.

Perlu diperhatikan bahwa platform ini lebih cocok untuk menampilkan media visual seperti gambar dan grafik. Jika Anda ingin menyoroti karya tulisan atau proyek yang lebih kompleks, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk menggabungkan Canva dengan platform lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.

c. Behance

Behance telah menjadi salah satu platform portofolio yang populer di kalangan desainer grafis. Platform ini juga memiliki integrasi yang lancar dengan Adobe. Selain itu, Behance juga memiliki komunitas yang besar, memberikan Anda kesempatan untuk terhubung dengan kreator lain yang memiliki minat serupa.

d. GitHub

GitHub adalah sebuah platform hosting dan kolaborasi yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak dan proyek pemrograman. Bagi para programmer web, GitHub telah menjadi tempat yang populer untuk menciptakan portofolio online yang menarik dan profesional. Platform ini memungkinkan Anda untuk menampilkan kode, proyek, dan kontribusi Anda dalam dunia pemrograman.

Baca Juga: Apa Itu Web Developer, Tugas, & Cara Memulai Karir di Bidang Ini

5. Pilih desain dan tampilan yang menarik

Desain portofolio yang bersih dan profesional akan membuat kesan yang baik pada pemberi kerja potensial atau klien. Pastikan portofolio Anda menggunakan font yang mudah dibaca, tata letak yang teratur, dan warna yang tidak terlalu mencolok. Hindari penggunaan terlalu banyak elemen visual yang tidak perlu, karena dapat membuat portofolio Anda terlihat berantakan. 

6. Perbarui portofolio secara Berkala

Setiap kali Anda menyelesaikan proyek baru atau menciptakan hasil karya yang berkualitas tinggi, pastikan untuk menyertakannya dalam portofolio. Ini akan membantu menunjukkan perkembangan dan kemajuan Anda dalam karir atau bidang yang Anda geluti. Jangan lupa untuk menyertakan deskripsi singkat tentang karya tersebut, serta peran dan kontribusi Anda dalam proyek.

Selain itu, pastikan juga untuk selalu memperbarui data kontak jika terdapat perubahan. Dengan demikian, calon pemberi kerja atau calon klien bisa menghubungi Anda.

Baca Juga: Apa Itu Portofolio Kerja & Bagaimana Cara Membuatnya? Cek di Sini!

Daftar Informasi yang Perlu Disajikan saat Membuat Portofolio

Pada bagian sebelumnya kami sudah menjelaskan gambaran cara membuat portofolio kerja. Untuk lebih memudahkan Anda, berikut adalah daftar informasi yang perlu disajikan di dalam portofolio:

1. Informasi kontak

Sertakan informasi kontak yang jelas dan mudah dihubungi. Contohnya seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, dan tautan ke profil media sosial .

2. Profil singkat

Tuliskan bio atau profil singkat tentang diri Anda. Jelaskan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan sertifikasi yang Anda miliki. Buatlah deskripsi yang menarik dan ringkas untuk memperkenalkan Anda.

3. Portofolio karya

Tampilkan karya-karya terbaik Anda dalam portofolio. Ini bisa berupa desain grafis, proyek pemrograman, tulisan, fotografi, atau jenis karya lainnya yang relevan.

4. Deskripsi proyek

Jelaskan secara rinci setiap proyek yang Anda sertakan dalam portofolio. Sertakan informasi tentang klien atau tujuan proyek, peran Anda dalam proyek tersebut, serta hasil atau pencapaian yang telah Anda capai. Berikan informasi yang cukup sehingga pembaca dapat memahami proyek dengan baik.

5. Keahlian dan kemampuan

Sajikan daftar keahlian dan kemampuan yang Anda miliki dalam bidang yang Anda tekuni. Ini bisa berupa bahasa pemrograman yang dikuasai, software atau tools yang Anda kuasai, atau keterampilan lain yang relevan dengan pekerjaan Anda. Berikan penjelasan singkat tentang tingkat keahlian Anda dalam setiap area tersebut.

6. Testimoni

Tambahkan testimoni atau rekomendasi dari klien, rekan kerja, atau atasan Anda sebelumnya yang mendukung kualitas kerja dan keahlian Anda. Sertakan kutipan atau testimonial yang relevan untuk memperkuat portofolio Anda.

Baca Juga: Startup vs Corporate: Mana yang Lebih Baik untuk Karir Anda?

Dalam artikel ini, kami telah membahas cara membuat portofolio yang efektif. Dengan mengikuti langkah-langkah yang disajikan, Anda dapat membuat portofolio yang menarik dan profesional untuk mempresentasikan karya dan keahlian Anda.

Jika Anda saat ini sedang mencari pekerjaan di bidang teknologi, KAZOKKU memiliki banyak kesempatan untuk pengembangan karir Anda. Silakan klik lowongan kerja IT untuk mengetahui posisi yang sedang kami butuhkan.

Artikel Terkait

Contact Us