Apa Itu Outsourcing? Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Published January 19, 2024

Apa Itu Outsourcing? Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Apa itu outsourcing? Outsourcing adalah praktik mengalihdayakan tugas atau pekerjaan dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya. Silakan pelajari pengertian outsourcing dan contohnya di artikel kami berikut ini.

Outsourcing menjadi salah satu strategi bisnis yang semakin populer dan diadopsi oleh banyak perusahaan. Solusi ini memungkinkan perusahaan untuk dapat mengalihkan tanggung jawab tertentu kepada mitra eksternal yang memiliki keahlian lebih baik di bidang tersebut. Dengan demikian, perusahaan bisa mengoptimalkan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta bisa lebih fokus pada kegiatan inti bisnisnya.

Apabila Anda belum memahami apa itu outsourcing, silakan simak penjelasan berikut. Kami akan menyajikan penjelasan selengkapnya untuk Anda.  

Apa Itu Outsourcing?

Outsourcing adalah praktik di mana suatu perusahaan mengontrak pihak eksternal untuk membantu mengerjakan tugas tertentu yang sebelumnya diurus secara internal. Jadi, perusahaan akan mengalihdayakan tugas atau aktivitas bisnisnya ke perusahaan lain seperti vendor atau penyedia jasa outsourcing.

Kemudian jika mengacu pada UU No 13 Tahun 2003 atau UU Ketenagakerjaan, arti outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain (subkon). Penyerahan sebagian pekerjaan dapat dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja atau buruh.

Dengan demikian, saat perusahaan memanfaatkan strategi ini, maka perusahaan akan mendapatkan tenaga kerja outsourcing dari pihak eksternal. Tenaga kerja tersebut kemudian akan membantu mengerjakan beberapa tugas seperti pengembangan perangkat lunak, layanan pelanggan, HR, dll. Selain itu, perlu Anda pahami bahwa perusahaan eksternal yang menyediakan tenaga kerja (sumber daya manusia) harus berbentuk hukum dan perlu mengantongi izin dari badan ketenagakerjaan. 

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Tenaga Kerja Terdidik, Lihat di Sini!

Mengapa Outsourcing Dilakukan?

Strategi bisnis ini banyak dipilih oleh perusahaan karena dapat menawarkan berbagai keuntungan, yaitu:

  • Dengan mengoutsourcingkan pekerjaan atau layanan ke pihak ketiga, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, seperti biaya infrastruktur, gaji karyawan, dan pelatihan.
  • Outsourcing dapat membantu perusahaan untuk fokus pada bisnis intinya, sementara penyedia layanan outsourcing bertanggung jawab menangani tugas-tugas yang tidak terkait langsung dengan bisnis inti. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 
  • Melalui outsourcing, perusahaan dapat dengan mudah menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan fluktuasi permintaan. Ini memungkinkan mereka untuk lebih responsif terhadap perubahan pasar dan menghindari biaya overhead.
  • Outsourcing memungkinkan akses ke keahlian khusus dan pengetahuan yang mungkin tidak dimiliki oleh perusahaan secara internal.

Jenis-jenis Outsourcing

Perlu Anda ketahui bahwa outsourcing dapat dikategorikan berdasarkan berbagai faktor. Berikut ini adalah jenis-jenis outsourcing berdasarkan lokasi penyedia layanan outsourcing.

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

1. Offshore outsourcing

Apa itu offshore outsourcing? Jenis outsourcing ini merupakan praktik mengalihdayakan tugas atau aktivitas bisnis ke vendor outsourcing yang berlokasi di negara yang berbeda, biasanya di benua lain. Offshore outsourcing ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari biaya tenaga kerja yang lebih rendah di negara lain.

2. Nearshore outsourcing

Nearshore outsourcing adalah praktik mengalihdayakan tugas atau aktivitas bisnis ke vendor outsourcing yang berlokasi di negara yang berdekatan, biasanya di benua yang sama. Perusahaan memanfaatkan praktik outsourcing ini karena kedekatan lokasi geografis dapat memudahkan proses komunikasi dan kolaborasi.

3. Onshore outsourcing

Outsourcing onshore adalah praktik mengalihdayakan tugas atau aktivitas bisnis ke perusahaan lain yang berada di negara yang sama. Outsourcing ini menawarkan kontrol yang lebih besar karena perusahaan dapat lebih mudah memantau dan mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh vendor outsourcing. Selain itu, adanya kesamaan budaya dan bahasa dapat mempermudah komunikasi antara kedua perusahaan, sehingga meningkatkan pemahaman dan kerja sama.

Baca Juga: IT Outsourcing: Pengertian dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Contoh Praktik Outsourcing yang Umum Dilakukan Perusahaan

Setelah memahami apa itu outsourcing dan jenis-jenisnya, mungkin Anda ingin mengetahui contoh praktik outsourcing yang banyak dilakukan oleh perusahaan. Perlu Anda ketahui, ada berbagai tugas yang sering dialihdayakan oleh perusahaan. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Layanan pelanggan

Layanan pelanggan adalah salah satu aspek penting dalam menjaga hubungan baik antara perusahaan dan pelanggannya. Untuk memastikan pelayanan yang optimal, perusahaan dapat mengalihdayakan tugas tersebut kepada mitra eksternal yang memiliki tim terlatih dalam memberikan layanan pelanggan.

Dengan memanfaatkan solusi ini, perusahaan dapat memanfaatkan keahlian dan pengalaman dari vendor outsourcing dalam menangani panggilan telepon, pertanyaan, keluhan, atau permintaan bantuan dari pelanggan. Salah satu contoh pekerjaan outsourcing di bidang layanan pelanggan yang banyak kita temukan saat ini adalah layanan call center. 

2. Pengembangan perangkat lunak 

Pengembangan perangkat lunak juga menjadi salah satu contoh tugas yang dapat dialihdayakan. Saat ini ada banyak perusahaan IT Outsourcing yang dapat menyediakan software developer untuk membantu mengerjakan tugas tersebut.

Perusahaan IT Outsourcing umumnya dapat menyediakan backend developer dan frontend developer terlatih dalam waktu yang singkat. Solusi ini memungkinkan perusahaan untuk menghindari biaya pengembangan internal yang tinggi dan mengurangi risiko penundaan proyek yang mungkin terjadi akibat keterbatasan sumber daya internal.

3. Manajemen SDM

Outsourcing manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah praktik di mana perusahaan mempercayakan fungsi-fungsi terkait SDM kepada penyedia jasa outsourcing yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang tersebut. Dalam hal ini, perusahaan dapat mengalihdayakan beberapa aspek penting dalam manajemen SDM, seperti rekrutmen, manajemen karyawan, atau penggajian. Ini adalah salah satu contoh solusi yang bisa dimanfaatkan perusahaan agar bisa mendapatkan efisiensi operasional, akses ke keahlian khusus, dan pengurangan beban administrasi internal. 

4. Manajemen logistik

Tugas manajemen logistik juga bisa dialihdayakan ke pihak eksternal yang berpengalaman. Ketika perusahaan melakukan praktik outsourcing ini, perusahaan dapat mengalihdayakan beberapa tugas dalam manajemen logistik, seperti pengiriman barang, pergudangan, atau manajemen rantai pasok.

Salah satu contoh tugas yang sering dioutsourcingkan adalah pengiriman barang. Perusahaan dapat memanfaatkan jasa penyedia logistik untuk mengelola pengiriman barang mulai dari pengambilan, pengemasan, pengiriman, hingga pelacakan. Mitra logistik yang memiliki jaringan distribusi yang luas dan armada transportasi yang memadai dapat membantu perusahaan mengoptimalkan proses pengiriman barang, mengurangi biaya, serta meningkatkan efisiensi operasional.

5. Produksi barang

Perusahaan dapat mengalihdayakan beberapa tugas terkait proses produksi barang. Contohnya seperti ketika perusahaan elektronik mengoutsourcingkan produksi perangkat keras mereka kepada mitra eksternal yang memiliki fasilitas manufaktur canggih.

Mitra produksi ini memiliki mesin, peralatan, dan teknologi yang diperlukan untuk memproduksi barang dengan kualitas yang baik. Dengan demikian, perusahaan dapat memproduksi barang secara efektif dan efisien, serta memiliki fleksibilitas dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.

Baca Juga: Apa Itu PKWT dan PKWTT? Pelajari Perbedaannya di Sini!

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai apa itu outsourcing. Secara garis besar, outsourcing adalah praktik mengalihdayakan tugas atau aktivitas bisnis ke perusahaan lain. Outsourcing dapat menawarkan berbagai keuntungan bagi perusahaan, termasuk penghematan biaya, peningkatan efisiensi, peningkatan kualitas, dan peningkatan produktivitas.

Jika perusahaan Anda tertarik untuk memanfaatkan praktik ini dalam pengembangan perangkat lunak, Anda bisa menghubungi KAZOKKU. KAZOKKU adalah salah satu perusahaan outsourcing terbaik di Indonesia yang fokus menyediakan tenaga ahli IT di bidang pengembangan perangkat lunak. Kami memiliki tim yang berpengalaman dan berdedikasi yang siap membantu Anda untuk mengembangkan software berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Silakan hubungi kami untuk penjelasan lebih lanjut.

Artikel Terkait

Contact Us