4 Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak Populer
Published January 19, 2024

4 Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak Populer

Metode pengembangan perangkat lunak adalah sebuah prosedur, teknik, atau langkah yang dilakukan oleh tim software development agar proses pengembangan perangkat lunak bisa berjalan secara terorganisir dan terstruktur. Terdapat beberapa metode yang umum dipergunakan. Silakan simak artikel berikut untuk mengetahuinya.

Pengembangan perangkat lunak adalah proses yang kompleks dan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. 

Oleh karena itu, metode pengembangan perangkat lunak dibutuhkan untuk memastikan kesuksesan proyek dan kualitas produk yang dihasilkan. Metode ini membantu menghasilkan perencanaan yang lebih baik, termasuk estimasi waktu, sumber daya, dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Dengan demikian, risiko keterlambatan proyek dan kelebihan anggaran dapat dikurangi.

Apa yang Dimaksud Dengan Metode Pengembangan Perangkat Lunak?

Metode pengembangan perangkat lunak adalah sebuah prosedur, teknik, atau langkah yang dilakukan oleh tim software development agar proses pengerjaan sebuah perangkat lunak bisa lebih terorganisir dan terstruktur. Tujuan dari penggunaan metode pengembangan perangkat lunak adalah untuk mencapai proses pengembangan yang lebih terstruktur, efisien, dan dapat menghasilkan software berkualitas tinggi.

Saat ini, banyak perusahaan di industri teknologi informasi menyadari pentingnya mengadopsi metode tersebut. Namun, pertanyaan mengenai metode mana yang terbaik masih menjadi perdebatan. Hal ini dikarenakan setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan demikian, tidak ada metode yang secara universal dapat dianggap menjadi yang terbaik. 

Baca Juga: Tugas IT Project Manager Outsourcing yang Perlu Anda Ketahui

Jenis-jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak

1. Agile

Salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan yaitu Agile. Agile adalah metode pengembangan perangkat lunak yang mengedepankan proses yang ringkas namun menghasilkan produk akhir berkualitas tinggi. Metode ini menggunakan pendekatan kerja inkremental (mengembangkan secara bertahap dengan peningkatan kecil yang teratur) dan iteratif (berulang). 

Jika Anda mengembangan perangkat lunak dengan metode ini, maka Anda membutuhkan tim pengembang yang dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan. Metode ini juga cocok digunakan dalam pengembangan proyek berskala besar.

Ada beberapa keunggulan yang bisa diperoleh dengan menggunakan metode ini. Beberapa di antaranya seperti memungkinkan pengembangan dan pengujian yang cepat, dapat segera mendeteksi dan memperbaiki masalah atau bug, serta mengakomodasi perubahan atau peningkatan produk secara fleksibel dalam proses pengembangan.

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

Penggunaan metode Agile Development:

Metode Agile menekankan pada fleksibilitas dan kolaborasi antara pengembang dan pengguna. Oleh karena itu, metode Agile Development cocok untuk proyek-proyek dengan persyaratan yang berubah-ubah, seperti ketika pengembangan perangkat lunak baru. Metode ini memungkinkan pengembang untuk bisa memasukkan ide-ide baru sesuai dengan kebutuhan pasar.

2. Waterfall

Waterfall adalah salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang sudah lama ada. Metode ini menekankan pada pendekatan yang dilakukan secara berurutan, di mana setiap tahap akan diselesaikan sepenuhnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Metode Waterfall mudah dipahami dan dikelola karena sifatnya yang linier. Setiap tahap diselesaikan secara berurutan, sehingga tim pengembangan dapat dengan mudah melacak kemajuan proyek. Metode ini paling cocok untuk proyek yang memiliki tujuan jelas dengan persyaratan yang tidak berubah-ubah.

Penggunaan metode Waterfall Development:

Metode waterfall cocok untuk proyek dengan cakupan yang jelas dan hasil yang dapat diprediksi. Waterfaini tidak cocok untuk proyek dengan banyak hal yang tidak diketahui karena perubahan persyaratan dapat menyebabkan pengulangan pekerjaan dan pembengkakan biaya. Metode waterfall juga dianggap cocok untuk pengembang yang tidak berpengalaman karena metode ini relatif mudah dipahami dan diterapkan.

Baca Juga: Peluang dan Tantangan Bisnis di Era Digital serta Solusinya

3. DevOps 

DevOps adalah istilah yang menggabungkan kata “Development” (pengembangan) dan “Operations” (operasi). Secara garis besar, metode DevOps berfokus pada kolaborasi yang lebih erat antara tim pengembangan dan tim operasi dalam proses pengembangan produk. DevOps mendorong kerja sama, komunikasi, dan otomatisasi antara tim.

Pendekatan ini dapat memperkecil hambatan-hambatan komunikasi dan mempercepat proses pengembangan perangkat lunak. Selain itu, DevOps Development juga membantu perusahaan menyelaraskan orang-orang, proses, dan alat yang digunakan guna mencapai kepuasan pelanggan.

Penggunaan metode DevOps Development:

Metode ini cocok digunakan ketika Anda bekerja dengan tim pengembangan dan IT yang besar untuk membangun, menguji, dan mendeploy produk akhir berkualitas tinggi dengan lebih cepat.

4. RAD

RAD atau Rapid Application Development adalah metode pengembangan perangkat lunak yang diperkenalkan pada tahun 1991 dan menjadi dasar bagi kerangka kerja iteratif modern. Metode RAD terdiri dari empat langkah utama yaitu penetapan persyaratan, pembuatan prototipe, pengujian, dan implementasi. Berbeda dengan model linier, RAD lebih menekankan pembuatan prototipe berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan dan mengujinya dengan pelanggan. Hal ini dilakukan melalui beberapa iterasi hingga pelanggan puas dengan hasilnya.

Penggunaan RAD Development:

Rapid Application Development (RAD) membutuhkan tim pengembang yang terampil dan pelanggan yang terlibat. Komunikasi yang efektif sangat penting untuk keberhasilan proyek.

Baca Juga: Perbedaan Offshoring dan Outsourcing, Cek Penjelasannya di Sini!

Metode Apa yang Sebaiknya Digunakan?

Saat Anda berencana untuk mengembangkan sebuah software, metode pengembangan perangkat lunak penting untuk diperhatikan demi keberhasilan proyek. Dengan memilih metode yang tepat untuk kebutuhan spesifik proyek, Anda dapat meningkatkan kualitas, kecepatan, dan efisiensi pengembangan perangkat lunak tersebut.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada metode pengembangan perangkat lunak yang sempurna. Metode yang paling tepat untuk suatu proyek akan tergantung pada faktor-faktor tertentu, seperti kompleksitas proyek, kebutuhan pelanggan, dan sumber daya yang tersedia.

Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan penelitian secara menyeluruh sebelum memilih metode yang akan dipergunakan untuk proyek mereka. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan dari berbagai metode, Anda dapat membuat keputusan yang tepat untuk memastikan keberhasilan proyek mereka.

Dalam Software Development Outsourcing, tim pengembang internal dan penyedia jasa outsourcing perlu bekerja sesuai dengan metode yang dipilih. Jadi, baik tim internal atau eksternal perlu memahami metode yang akan digunakan secara menyeluruh. Hal ini penting agar mereka dapat bekerja secara harmonis dan mencapai tujuan proyek dengan sukses.

Jika Anda membutuhkan tim software development profesional untuk membantu proyek Anda, silakan hubungi kami. KAZOKKU adalah perusahaan IT Outsourcing profesional yang dapat menyediakan tenaga ahli IT berpengalaman mulai dari Project Manager, Frontend Developer, Backend Developer, Business Analyst, DevOps Engineer, Software Quality Assurance, dan masih banyak lagi.

Silakan hubungi kami dan informasikan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan Anda. Kami dapat segera mempersiapkannya untuk Anda!

Artikel Terkait

Contact Us