Apa Itu ATS (Applicant Tracking System), Hal yang Perlu Diketahui
Published March 4, 2024

Apa Itu ATS (Applicant Tracking System), Hal yang Perlu Diketahui

Apa itu ATS atau Applicant Tracking System? Pada dasarnya sistem ini adalah sebuah software canggih yang digunakan perusahaan untuk mengelola dan menyaring lamaran kerja secara otomatis. 

Seperti yang kita tahu, saat ini proses rekrutmen dan seleksi karyawan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi seperti ATS. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk dapat dengan mudah mengumpulkan, menyaring, dan mengelola sejumlah besar lamaran yang masuk.

Bagi para pencari kerja, memahami apa itu ATS dan bagaimana sistem ini bekerja merupakan kunci untuk dapat meningkatkan peluang lulus tahap seleksi CV. Oleh karena itu, pada artikel berikut ini kami akan memberikan penjelasan selengkapnya untuk Anda. 

Apa Itu ATS atau Applicant Tracking System?

Applicant Tracking System (ATS) atau Sistem Pelacakan Pencari Kerja adalah platform perangkat lunak yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola proses rekrutmen secara efisien. ATS digunakan untuk mengotomatiskan dan menyederhanakan manajemen lamaran kerja, memungkinkan perusahaan untuk menyaring dan menilai pelamar dengan lebih cepat dan efektif. Sistem ini dapat menangani lamaran kerja dalam skala besar kemudian mengidentifikasi kandidat yang paling sesuai dengan persyaratan pekerjaan untuk posisi tertentu.

ATS memiliki berbagai fitur, termasuk pencarian kata kunci, pemantauan status lamaran, integrasi dengan situs web perusahaan, dan pembuatan laporan. Dengan memanfaatkan ATS, perusahaan dapat menghemat waktu dan sumber daya, sehingga bisa meningkatkan efisiensi proses rekrutmen, dan memastikan bahwa proses seleksi kandidat dilakukan secara terorganisir dan adil. Penting bagi para pencari kerja untuk memahami apa itu ATS dan cara kerjanya agar dapat mengoptimalkan lamaran mereka dan meningkatkan peluang untuk bisa lulus melewati tahap seleksi.

Apakah ATS Sama Dengan CRM rekrutmen?

Jawabannya adalah “tidak”. ATS (Applicant Tracking System) dan CRM (Customer Relationship Management) rekrutmen adalah dua platform yang berbeda dengan fokus yang berbeda pula.

ATS adalah sistem yang ditujukan untuk pengelolaan lamaran pekerjaan dan proses rekrutmen secara keseluruhan. Sistem ini dapat membantu perusahaan dalam mengumpulkan dan menyaring lamaran pekerjaan, melacak status pelamar, mengatur jadwal wawancara, serta memfasilitasi kolaborasi antara tim rekrutmen. Jadi, ATS adalah platform atau sistem yang sangat berfokus pada aspek operasional dari proses rekrutmen.

CRM rekrutmen sendiri adalah platform yang dirancang untuk membangun dan menjaga hubungan dengan calon pelamar dan kandidat potensial. CRM rekrutmen memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data dan informasi kontak calon pelamar, mengirim pesan dan komunikasi yang dipersonalisasi, serta melacak interaksi dengan kandidat. Sistem ini digunakan untuk membangun hubungan yang kuat antara perusahaan dan calon pelamar, baik untuk posisi saat ini maupun peluang di masa depan.

Baca Juga: Cara Membuat LinkedIn Menarik bagi Recruiter, Ini Triknya!

Bagaimana Cara Kerja ATS atau Applicant Tracking System?

Secara garis besar, berikut ini adalah cara kerja Applicant Tracking System (ATS):

1. Parsing resume

ATS pertama-tama melakukan parsing atau pemecahan data dari resume yang dikirimkan oleh pelamar kerja. ATS akan mengidentifikasi informasi penting seperti kontak, pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, dan data relevan lainnya. Proses parsing ini diperlukan untuk mengorganisir dan mengategorikan informasi pelamar.

2. Pencocokan kata kunci

ATS menggunakan algoritma untuk pencocokan kata kunci dari deskripsi pekerjaan dengan resume pelamar. Sistem ini menilai relevansi dan frekuensi kata kunci tertentu untuk menentukan kesesuaian kandidat dengan posisi yang ditawarkan. Resume yang cocok dengan persyaratan pekerjaan akan mendapatkan peringkat yang tinggi.

3. Penyaringan dan pemilahan

ATS menyaring resume yang tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan atau tidak memiliki informasi penting. Pelamar yang memenuhi kriteria awal biasanya akan dipertimbangkan untuk evaluasi lebih lanjut. Langkah ini membantu menyederhanakan proses seleksi dengan mengeliminasi pelamar yang tidak memenuhi syarat.

4. Pelacakan pelamar

ATS melacak perkembangan setiap pelamar selama proses rekrutmen. Sistem ini mencatat detail wawancara, penilaian, dan riwayat komunikasi dengan pelamar. Pelacakan ini memungkinkan recruiter untuk memantau dan mengelola interaksi dengan pelamar secara efektif.

5. Kolaborasi dan komunikasi

ATS mempermudah kolaborasi antara tim rekrutmen dengan menyediakan platform terpusat untuk berkomunikasi dan memberikan feedback. Recruiter dapat berbagi informasi seperti profil pelamar, catatan wawancara, dan evaluasi di dalam sistem ini. Hal ini bisa membantu memastikan bahwa kolaborasi berjalan lancar dan keputusan dapat diambil dengan tepat.

6. Pelaporan dan analisis

ATS menghasilkan laporan dan analitik tentang berbagai metrik rekrutmen, seperti jumlah pelamar, efektivitas sumber untuk mempublikasikan lowongan pekerjaan, waktu perekrutan, dan statistik lainnya. Informasi ini membantu recruiter menilai efisiensi proses rekrutmen dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan data.

Baca Juga: Tips Menghadapi Online Coding Test, Cek di Sini!

Bagaimana Cara Optimasi CV untuk Sistem ATS? (ATS Friendly)

Sistem ATS (Applicant Tracking System) adalah software yang digunakan perusahaan untuk menyaring lamaran kerja secara otomatis. Untuk meningkatkan peluang lolos seleksi, penting untuk mengoptimalkan CV Anda agar kompatibel dengan ATS. Berikut beberapa tipsnya:

1. Gunakan kata kunci yang tepat

  • Bacalah deskripsi pekerjaan dengan seksama dan catat kata kunci yang sering muncul.
  • Gunakan kata kunci tersebut di seluruh CV Anda, terutama di profil, pengalaman kerja, dan pendidikan.
  • Hindari penggunaan kata kunci yang berlebihan, gunakan secara natural dan relevan.
  • Anda juga bisa menggunakan sinonim dan variasi kata kunci untuk menghindari pengulangan yang berlebihan.

2. Format CV yang ATS-Friendly

  • Gunakan format CV yang rapi, terstruktur, dan mudah dibaca.
  • Hindari penggunaan tabel, grafik, dan gambar yang rumit.
  • Gunakan font yang umum dan mudah dibaca, seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman.
  • Pastikan CV Anda dalam format PDF atau Microsoft Word agar tidak berantakan saat dibuka di perangkat yang berbeda.

3. Struktur CV yang tepat

Gunakan struktur CV yang standar, seperti:

  • Profil
  • Pengalaman Kerja
  • Pendidikan
  • Keterampilan
  • Penghargaan
  • Referensi

Pastikan informasi yang paling penting (seperti pengalaman kerja yang relevan) berada di bagian atas.

4. Perhatikan ejaan dan tata bahasa

  • Pastikan CV Anda bebas dari kesalahan ejaan dan tata bahasa.
  • Gunakan kalimat yang singkat, jelas, dan mudah dipahami.
  • Periksa kembali CV Anda dengan seksama sebelum di submit.

5. Gunakan kata kunci personal branding

  • Selain kata kunci dari deskripsi pekerjaan, tambahkan kata kunci yang terkait dengan personal branding Anda.
  • Hal ini dapat membantu Anda menonjol dari kandidat lain dan menunjukkan keunikan Anda.

6. Panjang CV yang ideal

  • Sebaiknya CV Anda tidak lebih dari 2 halaman.
  • Fokuslah pada informasi yang paling penting dan relevan dengan lowongan pekerjaan yang Anda lamar.

7. Gunakan platform pembuat CV ATS-Friendly

Ada banyak platform online yang menyediakan layanan pembuatan CV ATS-friendly. Anda bisa memanfaatkan platform tersebut untuk membantu Anda membuat CV yang profesional dan kompatibel dengan ATS.

Baca Juga: Startup vs Corporate: Mana yang Lebih Baik untuk Karir Anda?

Demikian penjelasan selengkapnya mengenai apa itu ATS. Dengan informasi di atas Anda bisa mengetahui bagaimana cara kerja sistem ini dan bisa membuat CV yang lebih ATS friendly. 

Jika anda berminat untuk mengembangkan karir di bidang IT, KAZOKKU membuka banyak lowongan kerja. KAZOKKU adalah perusahaan outsourcing terbaik di Indonesia yang secara khusus menyediakan tenaga kerja ahli IT di bidang pengembangan software. Kami memiliki tenaga kerja outsourcing profesional seperti back end developer, front ended developer, dll yang akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan besar ataupun startup populer di Indonesia.

Jika Anda ingin tahu posisi apa yang sedang kami butuhkan, yuk klik Lowongan Kerja IT

Artikel Terkait

Contact Us