Angular Vs React Vs Vue, Mana yang Harus Dipilih?
Published

Angular Vs React Vs Vue, Mana yang Harus Dipilih?

Saat mengembangkan web app, Anda perlu menentukan kerangka frontend mana yang harus dipilih, apakah itu Angular Vs React Vs Vue. Jika Anda belum mengetahui mana yang sebaiknya digunakan, silakan simak artikel berikut karena kami akan menjelaskan perbedaannya.

Perlu diketahui bahwa saat ini terdapat tiga kerangka kerja (framework) atau perpustakaan (library) front-end teratas yang direkomendasikan oleh para ahli yaitu Angular Vs React Vs Vue. Ketika Anda berencana untuk mengerjakan proyek digital pengembangan web app, maka Anda perlu menentukan teknologi mana yang sebaiknya digunakan.

Angular adalah sebuah framework yang komprehensif dan menerapkan praktik terbaik dalam pengembangan aplikasi. Dengan Angular, pengembang dapat membuat aplikasi yang kuat. Di sisi lain, React bukanlah sebuah framework, melainkan sebuah UI library untuk menciptakan antarmuka pengguna yang unik. Sementara itu, Vue adalah sebuah framework JavaScript progresif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi web. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai Angular Vs React Vs Vue.

Mengenal Angular Vs React Vs Vue

Angular

Angular adalah salah satu framework terbaik yang dikembangkan oleh Google. Framework ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2010, menjadikannya yang paling tua di antara Vue dan React. Angular merupakan kerangka kerja berbasis TypeScript yang populer dan memiliki lisensi MIT. Lisensi ini memberikan batasan penggunaan kembali yang terbatas. Pada tahun 2016, terjadi perubahan dan dirilislah versi baru Angular, yaitu versi 2. Dalam versi ini, JavaScript dihilangkan dari namanya, sehingga versi 2 dan seterusnya dikenal sebagai Angular, sedangkan versi 1 disebut AngularJS.

React

React merupakan sebuah library yang dikembangkan oleh Facebook. Library ini mulai dikembangkan pada tahun 2013 dan sejak saat itu digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang kompleks. React juga menggunakan lisensi MIT. Perlu diketahui bahwa Facebook sendiri menggunakan React dan React Native dalam pengembangan produk-produknya seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

Vue

Vue adalah salah satu framework paling populer dan juga yang termuda di antara ketiganya. Kerangka kerja ini dikembangkan pada tahun 2014 oleh Evan You yaitu seorang mantan karyawan Google. Vue juga menggunakan lisensi MIT. Selama beberapa tahun terakhir, Vue telah mengalami perkembangan yang signifikan, dan versi terbaru Vue selalu diumumkan melalui situs resmi Vue. Vue memiliki repositori GitHub sendiri dan juga mendukung penggunaan TypeScript.

Baca Juga: Quality Assurance vs Quality Control: Perbedaan Utamanya

Perbandingan Angular Vs React Vs Vue

1. Popularitas

Perlu diketahui bahwa di antara semua kerangka pengembangan aplikasi web yang populer, ReactJs menempati posisi ke-2 dengan 35,9%, Angular di posisi ke-3 dengan 25,1%, dan VueJs di posisi ke-7 dengan 17,3%.

Angular adalah produk dari Google sehingga secara otomatis membuatnya menjadi pilihan populer di kalangan pengembang. Kerangka kerja ini sering digunakan untuk mengembangkan aplikasi berukuran besar oleh para pengembang berpengalaman.

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

React juga merupakan salah satu library JavaScript yang sangat populer. Produk ini dikembangkan oleh Facebook. Sedangkan Vue memiliki tingkat independensi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Angular dan React. Kerangka kerja ini memiliki komunitas open-source yang kuat.

2. Komunitas

Ketika membandingkan antara Angular Vs React Vs Vue terkait komunitasnya, Vue memiliki jumlah watchers dan fork yang sangat banyak sehingga membuatnya sangat populer. Namun, jumlah kontributor untuk Vue lebih rendah jika dibandingkan dengan React dan Angular. Sementara itu, Angular dan React memiliki dukungan dari sejumlah karyawan Google dan Facebook yang menjadi anggota komunitasnya.

3. Performa dan memori

Kinerja aplikasi web sangat dipengaruhi oleh kerangka kerja yang digunakan. Oleh karena itu, para pengembang akan memeriksa skalabilitas (kemampuan kerangka kerja dalam menangani proyek skala besar), integrasi, dan kehandalan sebelum memilih kerangka kerja yang tepat.

Untuk perbandingan antara Angular Vs React Vs Vue, performa dapat diuji dengan menggunakan benchmark kerangka kerja DOM dan JavaScript. Angular mengandalkan real DOM untuk kinerjanya, sementara React dan Vue menggunakan konsep virtual DOM. Ketika kerangka kerja frontend menggunakan DOM virtual, ini dapat mengurangi masalah pengulangan rendering atau pembaruan tampilan aplikasi, yang pada akhirnya membuat aplikasi web menjadi lebih responsif dan cepat.

Baca Juga: Pengertian dan Tahapan SDLC (Software Development Life Cycle)

4. Perbandingan Waktu Startup Angular vs React vs Vue

Ketika kita membandingkan waktu startup dari ketiga framework JavaScript ini, ada pemahaman umum di kalangan para profesional bahwa Vue memiliki keunggulan dalam hal waktu startup. Hal ini disebabkan karena ukurannya yang kecil sehingga bisa mengurangi waktu startup secara signifikan. Hal ini pada akhirnya membantu dalam menciptakan aplikasi yang responsif.

Para pengembang juga dapat mencapai hasil yang serupa saat dengan menggunakan React dalam proses pengembangan aplikasi web. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Angular karena ukurannya yang lebih besar dan kompleks.

5. Perbandingan untuk penggunaannya

  • Angular: Cocok untuk membangun aplikasi web skala besar dengan fitur yang kaya dan kompleks. Framework ini menawarkan struktur yang terorganisir dengan baik dan cocok untuk proyek besar yang melibatkan tim developer.
  • React: Cocok untuk membangun antarmuka pengguna (UI) yang interaktif dan dinamis.  React menggunakan pendekatan berbasis komponen untuk membangun UI, sehingga UI yang kompleks dapat dibuat dengan mudah dan dikelola secara efisien.
  • Vue: Cocok untuk membangun single-page application (SPA) dimana halaman web tidak perlu di-reload setiap kali berpindah halaman.  Vue.js menawarkan kemudahan penggunaan dan fleksibilitas yang tinggi, sehingga cocok untuk proyek kecil maupun menengah.

6. Perbandingan untuk perusahaan/brand yang menggunakannya

Berikut ini adalah daftar perusahaan/brand teratas yang menggunakan React untuk pengembangan frontendnya:

  • Yahoo
  • Instagram
  • Facebook
  • WhatsApp
  • New York Times

Berikut ini adalah daftar perusahaan/brand teratas yang menggunakan Angular untuk pengembangan frontendnya:

  • Microsoft Office
  • Gmail
  • Forbes
  • Deutsche Bank
  • PayPal

Berikut ini adalah daftar perusahaan/brand teratas yang menggunakan Vue untuk pengembangan frontendnya:

  • Xiaomi
  • Reuters
  • Adobe
  • Grammarly
  • Behance

Baca Juga: Cari Web Developer? Manfaatkan Solusi Outsourcing KAZOKKU!

Demikian penjelasan yang bisa kami berikan mengenai perbandingan Angular Vs React Vs Vue. Dalam memilih kerangka kerja yang tepat antara Angular, React, atau Vue penting untuk melihat kebutuhan proyek dan preferensi tim pengembangan. 

Jika Anda saat ini berencana untuk mengembangkan proyek dan membutuhkan front end developer yang profesional, Anda bisa menghubungi KAZOKKU. Kami adalah perusaaan outsourcing IT profesional di Indonesia yang dapat menyediakan ahli IT di bidang pengembangan software. Selain itu, jika Anda tidak mengetahui teknologi apa yang sebaiknya digunakan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan tim kami. KAZOKKU akan dengan senang hati membantu.

Artikel Terkait

Contact Us