Cara Membuat Website Sekolah Modern yang Mudah Diupdate Guru

By Feradhita NKD
Cara Membuat Website Sekolah Modern yang Mudah Diupdate Guru

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara membuat website sekolah yang modern, informatif, dan yang terpenting mudah diupdate oleh guru tanpa keahlian teknis khusus. Di era digital saat ini, website sekolah berperan penting sebagai pusat informasi resmi. Mulai dari pengumuman akademik, agenda kegiatan, hingga dokumentasi prestasi sekolah, semuanya dapat disampaikan secara cepat dan transparan melalui website.

Namun, pada praktiknya banyak sekolah menghadapi tantangan. Guru sering kali kesulitan memperbarui konten karena keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman teknis, atau sistem website yang terlalu rumit. Akibatnya, website tidak terurus dan informasi menjadi tidak relevan.

Di artikel ini, Anda akan mendapatkan panduan cara membuat website sekolah langkah demi langkah, mulai dari tahap persiapan hingga pengelolaan konten. Panduan ini dirancang khusus agar guru dapat mengelola website secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Persiapan: Syarat & Alat yang Dibutuhkan

Sebelum mulai membuat website, ada beberapa syarat dan alat yang perlu disiapkan. Tahap ini penting agar proses pembuatan website berjalan lancar dan hasilnya dapat digunakan dalam jangka panjang.

1. Syarat Teknis

Beberapa kebutuhan teknis dasar yang harus dimiliki sekolah antara lain:

  • Domain website: Domain adalah alamat website sekolah, misalnya menggunakan domain resmi seperti .sch.id atau alternatif lain seperti .com. Domain yang profesional akan meningkatkan kredibilitas sekolah.
  • Hosting yang mendukung WordPress: Hosting berfungsi sebagai tempat menyimpan semua data website. Pastikan memilih hosting yang stabil, cepat, dan kompatibel dengan WordPress agar website mudah dikelola oleh guru.
  • Akun email aktif: Email diperlukan untuk proses pendaftaran domain, hosting, serta pengelolaan notifikasi website. Sebaiknya gunakan email resmi sekolah agar lebih aman dan profesional.

2. Syarat Konten

Selain aspek teknis, sekolah juga perlu menyiapkan konten dasar sebelum website dibuat:

  • Profil sekolah: Informasi seperti visi dan misi, alamat sekolah, jam operasional, serta kontak resmi perlu disiapkan sejak awal agar website langsung informatif.
  • Logo dan foto kegiatan sekolah: Logo sekolah dan dokumentasi kegiatan akan memperkuat identitas visual dan membuat website terlihat lebih hidup.
  • Daftar halaman yang akan dibuat: Tentukan struktur halaman sejak awal, seperti Beranda, Profil Sekolah, Pengumuman, Berita, dan Kontak. Perencanaan ini akan memudahkan proses pembuatan dan pengelolaan website.

3. Peran Guru dan Admin

Agar website mudah diupdate secara rutin, pembagian peran harus jelas sejak awal:

  • Tim pengelola website: Tentukan guru atau staf yang bertanggung jawab sebagai pengelola konten. Tidak harus banyak, yang penting konsisten dan memahami alur kerja.
  • Hak akses pengguna: Pisahkan peran antara admin dan editor. Admin mengelola sistem website, sementara guru sebagai editor dapat fokus membuat dan memperbarui konten tanpa risiko mengubah pengaturan penting.
  • Alur kerja update konten: Buat alur sederhana, misalnya guru menulis konten, lalu admin atau kepala sekolah melakukan verifikasi sebelum dipublikasikan. Dengan alur ini, kualitas informasi tetap terjaga tanpa menghambat kecepatan update.

Dengan persiapan yang tepat, proses cara membuat website sekolah akan menjadi jauh lebih mudah dan terstruktur. Tahap selanjutnya adalah memilih platform dan mulai membangun website yang benar-benar ramah bagi guru dan kebutuhan sekolah.

Baca Juga: Cek Traffic Website: Panduan Lengkap untuk Pemula

Dapatkan Tenaga IT Outsourcing Anda Segera!

Solusi hemat biaya untuk menemukan spesialis IT dalam waktu singkat.

Percayakan penyediaan tenaga IT Outsourcing Java Developer, .NET Developer, ReactJS Developer, VueJS Developer, Project Manager, dll kepada KAZOKKU agar Anda dapat fokus pada peningkatan daya saing bisnis.

Konsultasikan kebutuhan tenaga IT Outsourcing Anda secara GRATIS di sini!

Platform Website yang Direkomendasikan

Dalam cara membuat website sekolah, pemilihan platform sangat penting karena memengaruhi kemudahan update, desain, dan pengelolaan jangka panjang. Berikut beberapa opsi yang umum digunakan.

1. WordPress (Direkomendasikan)

WordPress adalah platform paling populer dan sangat cocok untuk website sekolah. Sistemnya mudah digunakan oleh guru tanpa perlu kemampuan teknis.

Kelebihan WordPress:

  • Mudah diupdate dan dikelola
  • Banyak plugin untuk pengumuman, formulir, dan SEO
  • Desain fleksibel dan responsif
  • Mendukung banyak user dengan hak akses berbeda

Karena fleksibel dan scalable, WordPress ideal untuk website sekolah yang ingin berkembang.

2. Alternatif Platform

Website builder gratis seperti Google Sites cocok untuk website sederhana, namun fiturnya terbatas dan kurang fleksibel. LMS atau portal sekolah khusus fokus pada pembelajaran, tetapi kurang optimal untuk website publik dan branding sekolah.

Kesimpulan:
Dibandingkan platform lain, WordPress menawarkan keseimbangan terbaik antara kemudahan, fitur, dan fleksibilitas untuk website sekolah.

Cara Membuat Website Sekolah dengan WordPress (Step by Step)

WordPress adalah platform paling populer untuk membuat website karena mudah digunakan, fleksibel, dan tidak memerlukan kemampuan coding. Dengan WordPress, guru dan admin sekolah dapat mengelola konten secara mandiri. Berikut panduan cara membuat website sekolah menggunakan WordPress secara langkah demi langkah.

Langkah 1 – Membeli Domain & Hosting

Pertama, Anda perlu menyiapkan domain dan hosting sebagai fondasi website.

  1. Menentukan nama domain yang tepat: Pilih nama domain yang mencerminkan identitas sekolah dan mudah diingat. Idealnya gunakan nama resmi sekolah, misalnya namasekolah.sch.id atau namasekolah.com. Hindari nama yang terlalu panjang atau sulit dieja.
  2. Tips memilih paket hosting untuk sekolah: Gunakan hosting yang mendukung WordPress, memiliki performa stabil, dan layanan customer support yang responsif. Untuk website sekolah, paket shared hosting biasanya sudah cukup, asalkan memiliki kapasitas penyimpanan dan bandwidth yang memadai.
  3. Proses order domain dan hosting: Setelah memilih penyedia hosting, lakukan pemesanan domain dan hosting melalui website mereka. Banyak penyedia hosting menyediakan paket khusus WordPress yang sudah termasuk domain dan fitur auto-installer.

Langkah 2 – Install WordPress

Setelah domain dan hosting aktif, langkah berikutnya adalah menginstal WordPress.

  1. Instal WordPress lewat auto-installer: Sebagian besar layanan hosting menyediakan fitur auto-installer seperti Softaculous. Dengan fitur ini, WordPress dapat diinstal hanya dalam beberapa klik tanpa konfigurasi teknis.
  2. Pengaturan awal dashboard WordPress: Setelah instalasi selesai, masuk ke dashboard WordPress untuk melakukan pengaturan dasar seperti mengganti bahasa ke Bahasa Indonesia, mengatur nama situs, deskripsi singkat, serta timezone agar sesuai dengan waktu lokal sekolah.

Langkah 3 – Memilih Tema yang Sesuai

Tema menentukan tampilan website sekolah, sehingga pemilihannya perlu diperhatikan.

  1. Ciri tema yang cocok untuk website sekolah: Pilih tema yang responsif, ringan, dan kompatibel dengan plugin. Tema harus tampil baik di perangkat mobile karena banyak orang tua dan siswa mengakses website melalui ponsel.
  2. Contoh rekomendasi tema: Beberapa tema gratis yang cocok antara lain Astra, Neve, dan Hello Theme. Untuk versi premium, Anda bisa mempertimbangkan tema pendidikan yang memiliki layout khusus sekolah.
  3. Cara menginstal dan mengaktifkan tema: Tema dapat diinstal langsung dari dashboard WordPress melalui menu Appearance dan Themes, lalu diaktifkan agar tampilan website berubah sesuai tema pilihan.

Langkah 4 – Menambahkan Halaman Penting

Website sekolah wajib memiliki halaman informasi dasar yang mudah diakses.

  1. Cara membuat halaman di WordPress: Masuk ke menu Pages dan pilih Add New untuk membuat halaman baru. Isi judul dan konten sesuai kebutuhan.
  2. Halaman wajib untuk website sekolah: Beberapa halaman utama yang sebaiknya ada antara lain Beranda, Profil Sekolah, dan Pengumuman. Halaman ini berfungsi sebagai sumber informasi utama bagi pengunjung.
  3. Tips menyusun struktur halaman: Gunakan struktur yang jelas dan konsisten agar pengunjung mudah menemukan informasi. Hindari terlalu banyak submenu yang membingungkan.

Langkah 5 – Membuat Posting Berita atau Pengumuman

Selain halaman statis, sekolah juga perlu mempublikasikan informasi yang bersifat rutin.

  1. Perbedaan Page dan Post: Page digunakan untuk informasi permanen seperti profil sekolah, sedangkan Post digunakan untuk berita, pengumuman, atau kegiatan terbaru.
  2. Cara membuat posting berita:
    Masuk ke menu Posts dan pilih Add New, lalu tulis judul dan isi berita sesuai kebutuhan sekolah.
  3. Menambahkan gambar, kategori, dan tag: Gunakan gambar pendukung agar berita lebih menarik. Tambahkan kategori dan tag untuk memudahkan pengelompokan konten.

Langkah 6 – Mengatur Menu Navigasi

Menu navigasi memudahkan pengunjung menjelajahi website sekolah.

  1. Cara membuat menu utama: Masuk ke menu Appearance dan pilih Menus, lalu buat menu baru sebagai menu utama.
  2. Menambahkan halaman ke menu: Pilih halaman yang sudah dibuat dan tambahkan ke menu, lalu atur urutannya sesuai kebutuhan.

Langkah 7 – Menambahkan Kontak dan Formulir

Agar website sekolah lebih interaktif, sediakan fitur kontak.

  1. Menggunakan plugin formulir: Plugin seperti Contact Form 7 dapat digunakan untuk membuat formulir kontak dengan mudah tanpa coding.
  2. Menampilkan peta lokasi sekolah: Tambahkan peta Google Maps di halaman kontak agar orang tua dan pengunjung dapat menemukan lokasi sekolah dengan mudah.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, cara membuat website sekolah menjadi lebih sederhana dan terstruktur. Website yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga mudah diupdate oleh guru dan admin sekolah secara mandiri.

Baca Juga: Pengertian dan Tahapan SDLC (Software Development Life Cycle) Lengkap

Cara Agar Website Sekolah Mudah Diupdate oleh Guru

Dalam praktik cara membuat website sekolah, kemudahan update menjadi faktor krusial. Website sekolah akan efektif jika guru dapat mengelola konten secara mandiri tanpa bergantung pada tim IT. Berikut langkah-langkah agar operasional website tetap sederhana dan efisien.

1. Pengaturan Role & Permissions

WordPress menyediakan sistem hak akses yang membantu pembagian tugas dengan aman.

  • Admin: Mengelola sistem, plugin, tema, dan user
  • Editor: Mengedit dan mempublikasikan semua konten
  • Author: Membuat dan mengedit konten milik sendiri

Rekomendasi untuk sekolah: Guru sebaiknya diberi role Author atau Editor, sehingga dapat mengunggah berita dan pengumuman tanpa risiko mengubah sistem website.

2. Menggunakan Editor Visual (Block Editor)

Block Editor WordPress memungkinkan guru membuat konten tanpa coding.

  • Tambah teks, gambar, video, atau dokumen hanya dengan klik
  • Upload file PDF seperti pengumuman atau surat edaran
  • Tata konten lebih rapi dengan sistem blok

Tips cepat untuk guru: Gunakan template posting agar setiap pengumuman bisa dibuat dalam waktu singkat dan konsisten.

3. Panduan Update Rutin

Agar website selalu aktif dan informatif, sekolah perlu alur kerja yang jelas.

  • Buat SOP update untuk berita dan pengumuman
  • Tentukan jadwal posting mingguan atau bulanan
  • Gunakan template konten agar guru tinggal mengisi judul, isi, dan tanggal

Dengan sistem ini, update website tidak lagi menjadi beban tambahan bagi guru.

Fitur Penting Website Sekolah (dan Cara Pasangnya)

Selain konten dasar, website sekolah perlu fitur pendukung agar informatif dan interaktif.

1. Galeri Foto Kegiatan

Galeri membantu mendokumentasikan kegiatan sekolah.

  • Gunakan plugin galeri ringan dan responsif
  • Kelompokkan foto berdasarkan kegiatan atau tanggal

2. Kalender Akademik

Kalender akademik memudahkan siswa dan orang tua memantau agenda sekolah.

  • Tampilkan jadwal ujian, libur, dan kegiatan penting
  • Gunakan plugin kalender yang mudah diedit oleh admin atau guru

3. Form Pendaftaran Online / PPDB

Website sekolah modern sebaiknya mendukung pendaftaran online.

  • Gunakan plugin formulir yang terintegrasi
  • Data pendaftar bisa langsung masuk ke email atau spreadsheet

4. Integrasi Media Sosial

Integrasi media sosial membantu distribusi informasi lebih luas.

  • Tambahkan link ke Instagram, YouTube, atau Facebook sekolah
  • Tampilkan feed media sosial di halaman website

Cara membuat website sekolah tidak hanya soal desain, tetapi juga kemudahan pengelolaan. Dengan WordPress, pengaturan role yang tepat, editor visual, serta fitur pendukung, guru dapat mengupdate website secara mandiri dan konsisten. Website sekolah pun menjadi pusat informasi yang aktif, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.

Butuh Bantuan Profesional?

Jika sekolah Anda membutuhkan website yang profesional dan mudah dikelola guru, Anda dapat menggunakan tenaga kerja IT outsourcing dari KAZOKKU. KAZOKKU menyediakan web developer berpengalaman dalam pembuatan website sekolah modern, aman, dan SEO-friendly sesuai kebutuhan institusi pendidikan. Hubungi kami segera untuk mulai berkonsultasi!

Feradhita NKD

Hai, saya adalah content writer yang memiliki minat di bidang IT, manajemen SDM, dan staffing. Dengan latar pendidikan komunikasi, saya menyajikan informasi yang mudah dipahami seputar staffing talenta IT dan solusi outsourcing tenaga kerja IT.

Artikel Terkait

Contact Us